alexametrics
Mengintip Keseharian Sang Mantan ‘Raja OTT'

Dulu Tangkapin Koruptor, Kini Sibuk Kelola Pesantren Sembari Berdagang

Biasa jadi Imam Salat Isya di Masjid KPK
12 Oktober 2021, 15:07:34 WIB

JawaPos.com – Usai dipecat Firli Bahuri Cs karena dinilai tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), puluhan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini mengisi waktunya dengan berbagai cara. Ada berjualan nasi goreng, ada yang sibuk bertani. Ada pula yang membuka warung kelontong sembari berdakwah seperti yang dilakukan Harun Al Rasyid.

“Harun Al Rasyid nama lengkapnya. Mantan Penyelidik Utama KPK (Kasatgas). Seorang Doktor Hukum dan salah seorang pegawai KPK angkatan pertama. Sementara ini, mengisi hari2nya dg mengelola pesantren dan barang dagangannya untuk didistribusikan dan dijual ke warung2,” cuit mantan penyelidik KPK Aulia Postiera dalam akun twitter pribadinya@paijodirajo, Selasa (12/10).

Harun, atau yang biasa dipanggil ‘Cak Harun’ atau ‘Ustad Harun’ kata Aulia, lahir dan besar di lingkungan pesantren NU di Madura. Hal itu pulalah yg mendorong Harun mendirikan pesantren dari menyisihkan penghasilannya, sekaligus mengajar mengaji untuk anak-anak di sekitar rumahnya di kawasan Bogor.

“Saat aktif sbg Penyelidik KPK, Harun sangat sibuk dan produktif. Ia membagi waktunya utk menyelidiki perkara, sbg Pengurus Wadah Pegawai KPK, pengurus Masjid Al Ikhlas KPK, mengajar mengaji di pesantrennya & menulis buku. Harun biasanya menjadi Imam shalat Isya di Masjid KPK,” tambah Aulia.

Harun imbuh Aulia, merupakan salah seorang penyelidik berprestasi dan menjadi panutan banyak juniornya di KPK.

Menurut Aulia, banyak dari kasus OTT yang ditangani Haru bersama anggota satgasnya dalam beberapa tahun terakhir, sehingga dia tak salah juga mendapat julukan sebagai Raja OTT.

“Harun adalah 1 dari 57 pegawai KPK yang dipecat dengan cara2 jahat& kotor oleh pimpinan @KPK_RI. Namun hal itu tak menyurutkan Harun untuk tetap produktif. Ini adlh 2 buku yang sudah ditulis oleh Harun. Sehat selalu dan tetaplah menjadi inspirasi banyak orang, Cak!” tukas Aulia.

Editor : Kuswandi




Close Ads