alexametrics

BJ Habibie di Mata Pilot Perempuan Pertama Pesawat N250

12 September 2019, 15:19:32 WIB

JawaPos.com – Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie wafat dalam usia 83 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9). Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936 lalu ini dikenal memiliki segudang prestasi. Salah satunya di dunia penerbangan.

Karya yang paling dikenal publik yakni, pesawat N250 Gatot Kaca. Tim JawaPos.com berkesempatan untuk mewawancarai salah seorang penerbang pesawat yang dirancang oleh BJ Habibie itu. Ester Gayatri merupakan pilot perempuan pertama yang menerbangkan pesawat N250.

“Karena pada saat saya pulang dari Amerika pada 1984 Indonesia belum ada pilot wanita, jadi saya ditolak dimana-mana, beliaulah yang menerima saya di PT Nurtanio,” kata Ester ditemui di rumah duka Habibie, Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Ester menyampaikan, Habibie merupakan sosok yang visioner. Berkat kebaikan Habibie, Ester dapat diterima bekerja sebagai pilot di PT Nurtanio.

“Padahal itu saya masih baru. Jadi dia visioner. Saya benar benar sangat bertema kasih,” ujar Ester mengingat perjalanan kariernya.

Ester menyebut, Habibie telah banyak mengajarkan terkait teknis pesawat kepadanya. Bahkan Habibie sempat menasihati Ester soal terbang pesawat.

Lebih jauh, Ester menyatakan pertemuan terakhir dengan Bapak Demokrasi itu pada tiga tahun lalu pada 2016. Saat itu, lanjut Ester, dirinya baru pulang dari sekolah pilot di Kanada.

“Langsung pada event lebaran saya ditanya masih terbang, saya jawab masih, saya siap membantu untuk apapun pesawat yang ia rancang R80 saya siap bantu. Itu kali terakhir setelah itu saya sibuk dengan N219,” tukasnya.

Untuk diketahui, pada 1978 Habibie diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi. Ia juga tercatat memimpin proyek pesawat N250 Gatot Kaca, pesawat pertama buatan Indonesia.

Rancangan pesawatnya dapat terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’, istilah untuk pesawat yang oleng. Pesawat itu juga merupakan pesawat turbotrop di dunia yang menggunakan Fly by Wire dengan jam terbang 900 jam.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads