Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2020 | 20.03 WIB

Dihadiri Presiden, 20 Relawan Jalani Uji Klinis Vaksin Covid-19

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Uji klinis tahap ketiga vaksin Covid-19 dimulai kemarin (11/8) di Bandung. Hasil kerja sama antara Biofarma dan Sinovac, perusahaan farmasi yang berbasis di Tiongkok. Uji coba perdana kepada 20 relawan itu dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kunjungan ke Biofarma, presiden tampak berkeliling dengan memakai perlengkapan laboratorium secara lengkap. Mulai jas, masker, topi, sarung tangan, hingga pembungkus kaki. Dirut Biofarma Honesti Basyir memandu presiden yang kemarin didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menkes Terawan Agus Putranto, Seskab Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

CEK KE LAPANGAN: Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan dan fasilitas produksi milik BUMN produsen vaksin dan antisere, Biofarma, di Kota Bandung, Selasa (11/8). (LUKAS/BPMI/ SETPRES)


Kemudian, presiden beranjak ke Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Di sanalah uji klinis perdana dilakukan kepada 20 relawan. Uji klinis tahap akhir akan dilakukan kepada 1.620 relawan dan seluruh prosesnya ditargetkan tuntas pada Januari 2021. Termasuk otorisasi dari BPOM. ’’Tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai uji klinis hingga tahap ini,’’ terang Erick yang juga merupakan ketua pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Uji klinis tahap pertama dan kedua sudah dilakukan di Tiongkok. Sementara itu, tahap ketiga dilakukan di negara-negara yang bekerja sama dengan Sinovac. BPOM sudah mengetahui perkembangan serta mendapatkan hasil uji klinis tahap pertama dan kedua itu. Nanti dianalisis bersama hasil uji klinis tahap ketiga sebelum diputuskan bisa diproduksi masal.

Baca juga: Gubernur Ridwan Kamil Daftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Rekrutmen relawan dilakukan FK Unpad bersama Biofarma melalui dua kali skrining. Ada 540 relawan pada tahap pertama dan 1.080 relawan pada tahap kedua. Mereka dipilih setelah lolos tes imunogenitas (respons imun) dan efikasi (respons dalam melawan virus) melalui tes darah.

Penyuntikan vaksin dilakukan bertahap mulai pekan kedua Agustus kepada 120 relawan. Hingga akhir bulan ini, akan ada 408 orang yang menjalani uji klinis. Tes akan terus berlanjut secara bertahap sampai pekan ketiga Desember. Mayoritas relawan adalah warga Bandung.

Mereka akan terus dimonitor, diperiksa, dan menjalani analisis rutin untuk menilai efektivitas vaksin. ’’Saya, Pak Kapolda, dan Pangdam juga mendaftarkan diri sebagai relawan,’’ ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo kemarin.

Presiden menjelaskan, uji klinis itu merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk segera mendapatkan vaksin. ’’Kita berharap uji klinis yang ketiga ini insya Allah akan diselesaikan dalam enam bulan,’’ ujarnya. Dengan demikian, pada bulan-bulan awal 2021, apabila uji klinis lancar, vaksin bisa segera diproduksi dan diberikan kepada masyarakat.

Pemerintah sedang menaikkan kapasitas produksi vaksin Biofarma. Saat ini Biofarma mampu memproduksi 100 juta dosis vaksin per tahun. Desember nanti ditargetkan kapasitas produksinya sudah naik menjadi 250 juta setahun. Dengan demikian, begitu vaksin Covid-19 dinyatakan siap diproduksi, Biofarma langsung bisa tancap gas.

Selain bekerja sama dengan Sinovac, Indonesia mengembangkan vaksin sendiri dari isolate yang berasal dari Covid-19 di Indonesia. Vaksin yang diberi nama Merah Putih itu diperkirakan selesai pada pertengahan 2021. Hasil kerja sama berbagai lembaga penelitian dan universitas yang tergabung dalam konsorsium riset Covid-19.

Upaya penyediaan vaksin di Indonesia mempunyai dua jalur pengembangan. Jalur pertama adalah mengembangkan vaksin Merah Putih yang saat ini dipersiapkan di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi. Jalur kedua bekerja sama dengan pengembang di luar negeri.

Baca juga: BPOM-Unpad Simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19

’’Kita berharap vaksin Merah Putih juga segera memasuki tahap uji klinis. Karena itu, BPOM juga akan terlibat dalam pengembangan vaksin tersebut dari hulu sampai ke hilir,’’ kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.



Surabaya Harus Naik ke Zona Kuning

Kota Surabaya memang sudah dinyatakan masuk zona oranye pandemi Covid-19. Yang berarti tingkat risikonya turun dari tinggi ke sedang. Namun, bukan berarti tidak ada lagi potensi kembali ke zona merah. Satgas Penanganan Covid-19 menegaskan bahwa zona merah maupun oranye masih dilarang membuka sekolah meskipun untuk uji coba.

Hal itu disampaikan Prof Wiku Adisasmito, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, saat menjawab pertanyaan wartawan di kantor presiden kemarin (11/8). Pada prinsipnya, penentuan sebuah daerah masuk zona tertentu tidak didasarkan hanya pada indikator tunggal.

Ada sedikitnya 15 indikator untuk menilai yang terbagi dalam tiga kelompok besar. Epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan. ’’Jadi tidak hanya dari tes, tetapi juga dengan jumlah kasus, jumlah kesembuhan, kematian, dan seterusnya,’’ terang Wiku.

Dari indikator-indikator tersebut, Surabaya memang sudah berubah warna dari merah menjadi oranye. Bukan karena aspek tes semata, melainkan juga karena penanganan kasusnya mulai membaik. Karena itu, harus terus didorong agar Surabaya bisa lebih baik dan naik ke zona kuning, bahkan hijau. Bukan kembali ke zona merah.

Wiku mengakui, daerah yang sudah turun risikonya masih mungkin untuk naik lagi. Kondisinya masih dinamis karena terkait dengan kepatuhan perilaku masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. ’’Juga kemampuan dari seluruh stakeholder yang ada di daerah, termasuk pimpinan daerah,’’ lanjut Wiku. Khususnya untuk memastikan masyarakat bisa disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Bila daerah yang tadinya turun ternyata tingkat risikonya naik lagi, itu menjadi peringatan bagi semua pihak di daerah tersebut. Harus lebih disiplin lagi agar tingkat risikonya kembali turun. Kedinamisan tingkat risiko merupakan salah satu indikator agar tingkat kewaspadaan masyarakat tetap dijaga pada level tertinggi.

Terkait perubahan zona itu pula, Wiku mengingatkan bahwa pembukaan sekolah masih benar-benar dibatasi. Hanya zona hijau dan kuning yang boleh menggelar aktivitas pembelajaran tatap muka. Itu pun dengan berbagai syarat ketat.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=udmn_Bepg0c

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore