
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro meminta para peneliti inovasi Indonesia terus berinovasi.
JawaPos.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan di-merger ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Adapun, nama lembaga atas penggabungan tersebut adalah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Mengenai penggabungan ini, Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menuturkan bahwa keputusan ini tidak akan berbuah manis. Malah sebaliknya, yang hanya akan memundurkan riset dan inovasi dalam negeri.
"Saya pikir ini pasti tidak efektif karena yang pertama ini akan mereduksi dan mengkerdilkan fungsi dari Kemenristek, karena kalo dari ditarik ke Kemendikbud maka riset dan teknologi itu hanya jadi urusan pendidikan saja," ujar dia kepada JawaPos.com, Minggu (11/4).
Padahal, filosofi dari riset dan teknologi itu terdiri dari seluruh bidang lintas sektoral dan aspek. Sehingga yang menjadi tantangan bangsa Indonesia ini bisa diselesaikan dengan inovasi yang dihasilkan. "Sehingga muncul gagasan dan ide inovatif sebagai jalan keluar. Jadi ini mengkerdilkan kerja riset dan pengembangan teknologi," imbuhnya.
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro juga sebelumnya mengingikan agar penggabungan ini tidak menghilangkan prioritas riset dan inovasi prioritas. Namun, menurut Ubaid, Kemenristek sebelum digabung juga kurang berjalan dengan baik.
"Gimana pas digabung, artinya kalau ada kementerian khusus dan menteri khusus itu aja nggak berjalan lancar, gimana menteri satu dibagi tugas banyak, itu kan tambah tidak fokus dan target yang jelas, apalagi digabungkan dengan sektor pendidikan yang kita tau hari ini masih punya PR besar soal PJJ, PTM, learning loss, dan itu bukan perkara kecil," ungkapnya. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=pECY2lxYBe0

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
