Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2020 | 04.08 WIB

Masa Pandemi, Bamsoet Bersyukur Indonesia Tidak Seperti AS atau Brasil

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum menemukan titik akhir seiring terus bertambahnya kasus positif. Meski diiringi angka kesembuhan yang juga banyak, angka penambahan kasus setiap harinya masih memprihatinkan.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan bahwa para generasi muda bangsa bisa mengambil peran sebagai agen yang memberikan edukasi mencerahkan bagi masyarakat. Mengingat masih banyak ditemui kalangan masyarakat termakan informasi hoax bahkan menyesatkan seputar Covid-19. Dari mulai memercayai teori konspirasi bahwa Covid-19 adalah buatan elite global, mengabaikan protokol kesehatan, sampai tak mempercayai rapid test dan hasil PCR.

"Senin (8/6) kemarin, 300 warga di Kabupaten Kediri berunjuk rasa menolak pemeriksaan masal rapid test. Kejadian yang tak jauh berbeda juga terjadi di Makasar dan Ambon. Penolakan dilakukan lantaran masyarakat memercayai informasi di media sosial bahwa pelaksanaan rapid test dalam prosesnya malah bisa membuat orang terinfeksi Covid-19. Padahal informasi tersebut sangat menyesatkan," tandas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, selain informasi hoax dan menyesatkan tentang Covid-19, situasi pandemi ini juga diwarnai berbagai krisis multidimensi seperti krisis kesehatan, krisis ekonomi, krisis sosial, dan bahkan krisis politik. Untuk krisis kesehatan dan krisis ekonomi sudah terjadi di berbagai negara dunia. Per 9 Juni 2020, penyebaran Covid-19 sudah terjadi di 215 negara dengan menginfeksi 7.131.261 warga dunia dan menyebabkan 413.731 warga dunia meninggal dunia.

"Krisis sosial juga mulai terlihat seperti terjadi di beberapa negara, antara lain Brasil dan Amerika Serikat yang warganya menggelar demonstrasi menolak kebijakan lockdown," jelas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan, di Amerika Serikat bahkan sudah terjadi krisis politik akibat tidak berjalannya koordinasi antara presiden dengan para gubernur di negara bagian yang menyebabkan adanya isu pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Kejadian yang tak jauh berbeda terjadi di Brazil, Presiden Jair Bolsonaro bergabung bersama warga yang berdemonstrasi memprotes kebijakan berdiam diri di rumah yang diterapkan para gubernur.

"Alhamdulilah berbagai kejadian tersebut tak terjadi di Indonesia. Kita punya Pancasila dengan semangat gotong royong. Sehingga dalam menghadapi musibah, semua elemen bangsa bergotongroyong saling menguatkan. Pemerintah pusat dan daerah di dukung masyarakat berada dalam satu barisan. Memang dalam praktiknya masih ada satu-dua hal teknis yang perlu diselaraskan, namun itu tak sampai mengganggu kehidupan kebangsaan kita," ujar Bamsoet.

Menurut Bamsoet, agar kondisi negara tetap kondusif di tengah pandemi ini, ada tiga hal yang harus dilakukan.

"Pertama, mengimplementasikan semangat optimisme bersama dalam menghadapi pandemi ini. Kedua, menggerakkan solidaritas dan kegotongroyongan bersama untuk saling membantu elemen bangsa lainnya. Ketiga, membangun kerangka berpikir dan bertindak bersama untuk mempersiapkan diri memasuki gaya hidup baru atau new normal," urai Bamsoet.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore