
Kru pesawat melakukan prosesi tabur bunga di lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada Jumat (22/1/2020). Acara tabur bunga tersebut dilakukan diatas KRI Semarang dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada ko
JawaPos.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pesimistis bisa memberikan kesimpulan ilmiah mengenai penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Sebab, kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, hingga saat ini kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR) belum ditemukan.
"Ini kondisi yang menyedihkan bagi kami. Kami tidak bisa memberikan suatu hasil atau kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Soerjanto dalam konferensi pers laporan awal (preliminary report) investigasi SJ-182 di Jakarta, Rabu (10/2).
Namun, Soerjanto bersikeras akan melanjutkan pencarian CVR hingga benda yang menjadi kunci dalam proses investigasi itu ditemukan. "Kami belum berpikir kalau CVR tidak ditemukan. CVR harus ditemukan dan belum berpikir kalau tidak ketemu. Sepanjang masih sanggup dibantu Kemenhub dari Basarnas, saling gotong-royong akan terus mencari hingga ketemu," katanya, dikutip dari Antara.
Dia menambahkan pihaknya masih mencari CVR dengan cara menual semenjak operasi SAR dihentikan pada 21 Januari 2021. Namun kendala saat ini adalah cuaca buruk yang telah menyulitkan pencarian.
"Kami menyiapkan alat untuk menyingkirkan lumpur yang menutupi CVR dan puing-puing pesawat yang masih ada. Cuaca ini sangat krusial, mudah-mudahan setelah seminggu cuaca akan membaik dan kami menemukan CVR," katanya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan, saat ini pihaknya melakukan upaya-upaya pencarian. Diantaranya dengan membuat garis di bawah laut dan mengkotak-kotakannya sebesar 5x5 meter agar lebih mudah dalam pencarian.
"Sudah membuat garis di bawah laut tentang lokasi-lokasi ini dibuat kotak-kotak 5x5 meter, jadi penyelam akan mencari kotak 1, kemudian ke kotak 2, sampai selesai," katanya.
Nurcahyo menduga lokasi CVR tidak jauh dari ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) dan cashing atau electronic module CVR yang diprediksi. "Lokasi yang kami prediksi dimensi 25x25 meter, dugaan berada di bawah lumpur," ujarnya.
Nurcahyo berharap CVR dapat segera ditemukan karena perannya sangat signifikan terhadap proses investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. "Mudah-mudahan tidak lama menemukan CVR ini. Kalau ditemukan pengaruhnya signifikan, karena kami tidak memiliki data apa diskusi pilot, bagaimana komunikasi keduanya, apa yang terjadi di kokpit. Kami enggak begitu tahu karena enggak ada CVR," ujarnya.
https://www.youtube.com/watch?v=ENNPTlvM9TQ

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
