
BERKURANG: Lukisan cap tangan negatif di Gua Tewet Di sini paling banyak ditemukan garca namun kondisinya semakin berkurang dan rusak.
JawaPos.com - Tiga binatang mirip sapi gemuk tergambar di gua Lubang Jeriji Saleh, pegunungan karts di Sangkulirang-Mangkalihat, Kutai Timur, Kaltim. Tinggi gambar yang paling besar mencapai lebih dari 2 meter. Gambar binatang itu bukan baru dibuat. Tapi, ada sejak sekitar 40 ribu-52 ribu tahun yang lalu. Hal tersebut terungkap dalam jurnal Nature yang dirilis Rabu (7/11).
Para peneliti meyakini bahwa itu adalah lukisan binatang dalam gua yang tertua di dunia.
Sejatinya, lukisan di gua Lubang Jeriji Saleh tersebut sudah ditemukan lebih dari sepuluh tahun lalu. Tapi, kala itu para peneliti belum berhasil menentukan berapa usia lukisan itu. Mereka akhirnya menggunakan teknologi yang disebut analisis seri uranium untuk menentukan usia luksian tersebut. Hasilnya diketahui bahwa lukisan itu lebih tua dari pemegang rekor pada 2014. Yaitu, lukisan babi rusa di Sulawesi yang berusia 35 ribu tahun.
"Itu mungkin spesies binatang ternak liar yang masih bisa ditemukan di hutan-hutan Kalimantan," ujar arkeolog dan profesor di Griffith University, Australia, Maxime Aubert seperti dikuti USA Today. Dia adalah penulis utama di jurnal tersebut.
Belum diketahui itu adalah jenis binatang apa ataukah apa arti binatang tersebut bagi para manusia purba yang melukisnya. Ada kemungkinan, itu bukan sekadar binatang yang mereka buru untuk dimakan. Tapi, punya arti penting. "Penemuan baru ini mendorong diskusi tentang apakah peristiwa sejarah atau evolusi mendorong ledakan kreativitas manusia yang hampir bersamaan," ujarnya.
Sebab, lukisan gua ternyata tidak hanya ada di Benua Eropa seperti pemikiran banyak peneliti selama ini. Tapi, juga ada di Asia. Seni melukis itu berkembang dan berevolusi di Eropa dan Asia kurang lebih di waktu yang hampir bersamaan. Para seniman di Asia Tenggara diyakini memiliki peran kunci dalam perkembangannya.
Lukisan yang ada di gua Lubang Jeriji Saleh itu bukan hanya binatang. Tapi, ada pula tangan-tangan manusia dengan warna merah dan ungu. Jumlahnya ratusan. Beberapa lukisan saling bertumpuk. Usia lukisan tangan tersebut lebih muda. Kisarannya belasan ribu tahun.
"Siapakah seniman Kalimantan itu dan apa yang terjadi pada mereka masih misterius," tulis arkeolog Pindi Setiawan yang membantu penulisan jurnal tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
