
Ilustrasi warga mengikuti tes usap Covid-19. Didik/Antara
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan tips agar tidak terpapar virus korona atau Covid-19. Tips tersebut tidak lain soal disiplin menerapkan 3M, yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.
"Jaga jarak untuk jaga dorplet, 1,5 meter sampai 2 meter, di ruang terbuka. Jaga jarak dilakukan terutama untuk hindari droplet, batuk dan bersin. Bahkan di Singapura ada kebijakan tak boleh di cafe atau tempat keramaian memutarkan musik keras, kenapa? karena memutarkan musik keras, maka pengunjungnya akan bericara keras, akhirnya muncrat-muncrat, droplet semburan aerosol, berhamburan kemana-mana," kata Tito dalam keterangannya, Rabu (7/10).
Selain itu, Tito menyebut mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dapat mencegah penularan Covid-19. Menurutnya telapak tangan sering menyentuh benda-benda yang tidak diketahui asalnya. Bahkan, dia pun mengaku selalu menjaga jarak dengan para ajudannya.
"Kita nggak tahu orang lain bisa terpapar Covid-19, ini kita anggap misalnya ajudan saya, sopir saya, karena orang dekat nggak mungkin mereka kena. Covid nggak kenal siapapun juga, jadi kita anggap saja, untuk proteksi diri kita, kita anggap saja dia positif, ini bukan diskirimnatif, tapi ini untuk proteksi diri, agar kita jaga jarak, kita juga cuci tangan. Jadi bersihkan setiap saat memegang barang yang sudah dipegang orang lain," cetus Tito.
Mantan Kapolri ini pun meminta masyarakat untuk disiplin memakai masker. Dia mencontohkan, Presiden Amerika Serikat yang enggan memakai masker, namun justru malah terpapar Covid-19.
"Sudah banyak contohnya, terakhir kita lihat Presiden Trump kena juga, yang melanggar protokol kesehatan," ujar Tito.
Baca juga: Cegah OTG Covid-19, Masyarakat Wajib Terapkan 3M
Tito pun meminta masyarakat untuk bisa terkena matahari atau berjemur sebelum melakukan aktivitas. Dia menyebut, sinar ultra violet bisa mematikan Covid-19.
Menurut Tito, hal yang terpenting juga terkait tempat makan. Dia pun memerintahkan jajarannya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bisa membawa makan siang masing-masing ke kantor.
"Upayakan betul mengenai masalah makan, makan kalau bisa hindari buffet. Karena sendoknya sama, itu petugasnya yang harus pakai sarung tangan sendiri. Karena virus yang ada di benda bisa terbawa di sarung tangan itu," ucap Tito.
Tito pun meminta masyarakat untuk bisa menghindari minuman dingin. Sebab dia menyebut virus sifatnya berlemak, sehingga bisa bertahan lama di tempat dingin.
"Upayakan hindari miniman dingin, es-esan, ingat ini virus berlemak, virus berlemak sifat lemak itu kuat di tempat dingin, dia mengeras. Coba saja kalau ada lemak sapi misalnya, sate, begitu ditaro di kulkas mengeras, kuat dan ga akan mati, sebaliknya kalau dipanaskan, dia cair, lumer, karena itu upayakan hindari minuman-minuman dingin, es dan lain-lain. Karena virus kuat bertahan di tempat dingin," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=NCFAGpMTbUs&ab_channel=jawapostvofficial

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
