
Photo
JawaPos.com - Direktur Indonesia Popular Survey, Silvanus Alvin mengatakan terkait dengan sengketa di Natuna, Meteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto harus tegas dalam memberikan statement di media. Karena pernyataan Prabowo dinilai sangat kurang tepat untuk mempertahankan kedaulatan negara.
"Sebaiknya ia meralat kalimat itu dan menegaskan bahwa Natuna itu masuk wilayah Indonesia, no ifs, no buts, no other excuses," ujar Silvanus Alvin kepada JawaPos.com, Rabu (8/1).
Statement Prabowo menganggap gampang tersebut seakan-akan pemerintah santai saja bila ada bagian negara Indonesia yang diklaim oleh negara lain. "Bahkan, bisa saja ada interpretasi di benak publik kalau Prabowo kita takut berhadapan dengan Tiongkok," katanya.
Menurut pengamat politik dari Universitas Bunda Mulia ini, mempertahakan Natuna bukan persoalan untuk perang. Tapi menunjukkan ketegasan. Prabowo dengan latar belakang militernya seharusnya mampu menunjukkan ketegasan tersebut.
"Tapi malah sebaliknya, Menlu Retno Marsudi yang terkesan lebih berani dan tegas dalam membela Natuna dan kedaulatan Indoensia," ungkapnya.
Photo
China Coast Guard 5302 di perairan ZEE Indonesia Laut Natuna Utara yang terus dihadang KRI, Senin (6/1). (TNI AL Untuk Batam Pos)
Silvanus menambahkan, Prabowo harus terjun langsung ke Natuna. Ia harus datang bersama dengan armada laut Indonesia. Tunjukkan pesan bahwa natuna milik Indoensia dan militer mampu menjaga perairan serta menindak siapapun yang mencuri kekayaan alam indonesia.
"Semasa kampanye sebagai capres, Prabowo mengesankan diri keras terhadap intervensi asing. Nah, sekarang adalah momentum untuk menunjukkan itu. Jangan narasi selama kampanye hanya political gimmick semata saja," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Prabowo mengungkapkan akan mencari solusi terbaik dalam menghadapi Tiongkok dalam penyelesaian polemik klaim kepemilikan perairan Natuna. "Kita cool saja, kita santai saja kok. Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimana pun Tiongkok negara sahabat," ujar Prabowo.
Diketahui, Indonesia telah melayangkan nota protes kepada Tiongkok terkait kapal coast guard mereka memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri menyatakan telah memanggil Duta Besar Tiongkok Jakarta untuk menyampaikan protes tersebut.
TNI sendiri juga sudah siap tempur terkait masuknya armada China awal pekan ini. Operasi siaga tempur dilaksanakan Koarmada 1 dan Koopsau 1. Berdasarkan rilis dari Puspen TNI, alat utama sistem senjata (Alutsista) yang sudah disiapkan yaitu lima KRI, satu pesawat intai maritim, dan satu pesawat Boeing TNI AU.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
