
Menkominfo Johnny G. Plate dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI dan Rapat Dengar Pendapat dengan Dewan Pengawas dan Direktur Utama LPP TVRI mengenai Pelaksanaan Digitalisasi Penyiaran, di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyampaikan jumlah anggaran tahun kerja 2023 sebesar Rp 19,7 triliun kepada Komisi I DPR RI dalam rapat kerja bersama yang membahas Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kemenkominfo untuk tahun depan.
Adapun total keseluruhan anggaran secara detil yang diungkap dalam rapat itu adalah Rp 19.703.190.437.000 dengan sumber dana berasal dari rupiah murni hingga hibah dari luar negeri.
"Total pagu anggaran tersebut terdiri dari Rp 5,84 triliun rupiah murni, Rp 804 miliar rupiah murni pendamping, lalu dari porsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 9,04 triliun dan penerimaan Badan Layanan Umum (BLU) Rp 3,58 triliun, serta pinjaman dan/atau hibah luar negeri sebesar Rp 778 miliar," ujar Menkominfo Johnny di hadapan Komisi I DPR RI di Jakarta pada Rabu.
Lebih lanjut, dana tersebut nantinya akan disalurkan ke program-program Kementerian Kominfo serta lembaga-lembaga kuasi publik seperti Komisi Penyiaran Indonesia, Komisi Informasi Publik, dan Dewan Pers.
Adapun jumlah anggaran terbanyak digunakan untuk penyediaan infrastruktur teknologi, informasi, dan komunikasi dengan jumlah sebesar Rp 13,9 triliun.
Terkait infrastruktur Kementerian Kominfo berencana menambah lebih banyak pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di kawasan 3T, melanjutkan pembangunan satelit untuk menunjukkan layanan telekomunikasi yang lebih optimal, hingga menyiapkan pembangunan infrastruktur digital di Ibu Kota Negara Nusantara.
Lalu disusul dengan program pemanfaatan layanan teknologi, informasi, dan komunikasi sebesar Rp 2,5 triliun. Posisi ketiga diisi oleh program dukungan manajemen dialokasikan akan memakan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun.
Selanjutnya ada program pengelolaan spektrum frekuensi, standar perangkat, dan layanan publik yang dianggarkan mendapat dana sebesar Rp 1,1 triliun. Disusul oleh program komunikasi publik dengan anggaran sebesar Rp 293 miliar dan dana untuk tiga lembaga kuasi publik sebesar Rp 144,2 miliar.
Johnny menyebutkan meski sudah menyiapkan alokasi anggaran, sebenarnya Kementerian Kominfo masih kekurangan anggaran mengingat pada saat awal pengajuan ke Kementerian Keuangan sebenarnya Kemenkominfo mengajukan total Rp 40,5 triliun.
Adapun kekurangan dana yang dimaksud berjumlah Rp 20.848.263.303.000 yang direncanakan untuk memenuhi kekurangan untuk menindaklanjuti pembangunan infrastruktur seperti satelit SATRIA-2 hingga program literasi digital nasional.
"Oleh karena itu dibutuhkan strategi dan inovasi untuk memenuhi sumber daya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan program-program yang telah kita rancang atau rencanakan," ujar Johnny.
Setelah penyampaian diterima oleh Komisi I DPR RI, nantinya laporan tersebut akan dibahas lebih lanjut di rapat Badan Anggaran DPR RI.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
