Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 April 2021 | 04.20 WIB

Legislator Demokrat Minta Pemerintah Fokus Percepat Vaksin Merah Putih

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pegawai pusat perbelanjaan di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 1.500 orang pegawai pusat perbelan - Image

Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada pegawai pusat perbelanjaan di Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Selasa (23/3/2021). Dinas Kesehatan Kota Depok mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama kepada 1.500 orang pegawai pusat perbelan

JawaPos.com–Masyarakat Indonesia saat ini tengah diheboh kabar adanya embargo vaksin Covid- 19 yang dilakukan sejumlah negara di luar negeri.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Melani Leimena Suharli menyatakan, yang terpenting saat ini adalah pemerintah harus fokus dalam mengembangkan dan melakukan percepatan terhadap vaksin Merah Putih.

”Pemerintah mesti sungguh-sungguh memikirkan alternatif yang sama sekali tidak ada intervensi pihak asing adalah bagaimana mulai memikirkan produksi vaksin dalam negeri. Untuk itu percepatan pengembangan sampai produk jadi. Penggunaan vaksin dalam negeri yaitu vaksin Merah Putih harus menjadi konsentrasi pemerintah,” kata Melani saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (3/4).

Wakil Ketua MPR periode 2014–2019 itu menuturkan, Indonesia sudah sepatutnya  mandiri soal pengadaan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri.

”Biar tidak terjadi kelangkaan vaksin, Indonesia harus memiliki kemandirian dalam hal kesehatan. Salah satunya kemandirian dalam vaksin,” kata Melani, anggota Komisi VI DPR itu.

”Oleh sebab itu menurut saya, adanya full support vaksin Merah Putih harus dilakukan,” tambah Melani.

Tak sampai di situ, Melani juga meminta kepada pemerintah, untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19.

”Tak boleh berhenti melakukan sosialisasi. Karena vaksin itu adalah hal penting untuk melakukan pencegahan. Proses penyembuhannya jika terkena virus tersebut, akan lebih cepat pemulihannya,” tutur Melani.

Meski begitu, Melani mengimbau kepada masyarakat Indonesia yang sudah melakukan vaksinasi Covid 19, agar tidak jumawa. Tetap terapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama pandemi masih terus menghantui tanah air.

”Jangan sampai jadi acuh, karena sudah divaksin. Karena kemungkinan, masih bisa terkena Covid kembali. Jadi, tetap patuhi protokol kesehatan yang terus digencarkan pemerintah. Jangan sampai diabaikan,” ungkap Melani.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada potensi kendala dalam percepatan vaksinasi ke depan. Kendala tersebut yakni terkait embargo vaksin Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara.

”Ada catatan yang kami sampaikan juga ke presiden, karena terjadi lonjakan kasus di beberapa negara termasuk di India sehingga mulai terjadi embargo vaksin dan bisa mengganggu ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan. Terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo, sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin,” papar Budi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=I1YTmi_rEpc

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore