Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Desember 2020 | 00.05 WIB

Kampus Buka Januari 2021, Utamakan Kuliah dengan Hybrid Learning

Peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Minggu (5/7/2020). UNJ sebagai salah satu Pusat UTBK Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyelenggarakan ujian dalam dua tahap yakni pada tanggal 5-12 Juli 202 - Image

Peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Minggu (5/7/2020). UNJ sebagai salah satu Pusat UTBK Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyelenggarakan ujian dalam dua tahap yakni pada tanggal 5-12 Juli 202

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengungkapkan, pembelajaran tatap muka (PTM) akan dilakukan pada awal semester genap tahun akademik 2020/2021. Termasuk perguruan tinggi. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Dikti Nizam.

"Penyelenggaraan pembelajaran pada semester genap tahun akademik 2020/2021, ya akan mulai pada pertengahan Januari yang akan datang," ujar dia dalam telekonferensi pers terkait SE Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19, Rabu (2/12).

Kata dia, ini diputuskan setelah adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang penyelenggaraan pembelajaran di tahun ajaran semester genap. Dalam konteks ini, perguruan tinggi akan mengadopsi hybrid learning.


"Maka di lingkungan pendidikan tinggi juga kita menyesuaikan dan menyiapkan diri untuk membawa pada berdampingan dengan pandemi, yaitu melalui hybrid learning, campuran antara tatap muka dan pembelajaran dalam jaringan," ungkapnya.

Meskipun begitu, dia meminta agar para pemangku kepentingan tetap mengutamakan kesehatan para mahasiswa dan tenaga didiknya. Adapun, hal ini juga bertujuan untuk mendorong warga kampus dalam beradaptasi di tengah pandemi.

"Melindungi diri masing-masing dalam menyelenggarakan program-program pembelajaran. Sekaligus kalau mahasiswa kampus itu bisa menjadi melakukan perubahan budaya untuk hidup berdampingan dengan pandemi," jelasnya.

Jadi, menurut dia, kampus akan menjadi tempat untuk bisa merubah perilaku masyarakat secara masif. Bahkan, para dosen serta mahasiswa bisa berperan menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.

"Jadi kalau kita bisa berhasil membangun budaya perlindungan diri dengan baik, membawa budaya baru. Maka ini kita harapkan menular (patuh protokol kesehatan) ke masyarakat tempat adik-adik ngekos misalnya, keluarga di lingkungan kos itu dan tetangga-tetangganya. Ikut diubah perilakunya supaya aman terlindungi semuanya," tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=68ARbj2ngQw

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore