Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Mei 2019 | 21.59 WIB

BPS Catat Inflasi 0,44 Persen Sepanjang April 2019

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang April 2019 sebesar 0,44 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year to date) Januari-April 2019 tercatat sebesar 0,80 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengakui bahwa besaran inflasi secara tahun kalender pada April 2019 dinilai lebih tinggi dibandingkan pada April 2018 yang hanya sebesar 0,10 persen. Sementara April 2017 sebesar 0,09 persen.

Namun, katanya bila dibandingkan dengan inflasi tahun ke tahun (year on year) justru lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya. Pada April 2019 ini, inflasi tahunan tercatat sebesar 2,83 persen.

"Ini masih lebih rendah dibandingkan posisi April 2018 yang sebesar 3,41 persen dan juga lebih rendah daripada posisi April 2017. Secara keseluruhan, inflasi April 2019 masih terkendali," kata Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/5).

Suhariyanto menyebut beberapa komoditas  harus jadi perhatian ke depan karena mengalami kenaikan cukup signifikan.  Pasalnya, inflasi  0,44 yang terjadi pada  April 2019,  komoditas bahan makanan memberi kontribusi yag cukup besar, yakni mencapai  1,45 persen.

Komoditas bahan  makanan yang  memberi peningkatan inflasi cukup besar adalah  bawang merah dan bawang putih. Harga bawang merah meningkat  sebesar 22,93 persen atau memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen."Sedangkan bawang putih naik  sebesar 35 persen dan memberikan andil kepada inflasi pada bulan April ini sebesar 0,09 persen," terangnya.

Namun, masih banyak lagi komoditas yang disebut menjadi penyumbang andil inflasi. Akan tetapi besarannya terbilang kecil daripada komiditas bahan makanan. Antara lain, komoditas perumahan, air, listrik, gas, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan.

Di sisi lain, Suhariyanto menyatakan, deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar minus 1,27 persen dan deflasi terendah terjadi di Maumere sebesar minus 0,01 persen. Salah satu komiditas yang menyumbang deflasi adalah menurunnya harga beras, dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen.

Sementara itu, lanjut dia, pemerintah juga diharapkan dapat memperhatikan laju inflasi mendekati bulan Ramadan. Apalagi awal bulan ramadan tahun ini jatuh pada Awal bulan Mei 2019. Sehingga, kata dia, ada kemungkinan besar kenaikan harga terjadi di bulan Mei.

"Karena Lebarannya ada di awal Juni. Ini agak berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu lebarannya jatuhnya di pertengahan. Sehingga antara puasa dan lebaran dia akan menyebar di dua bulan," pungkasnya.

Berdasarkan wilayah, dari 82 kota IHK, inflasi terjadi di 77 kota dengan inflasi tertinggi di Medan sebesar 1,3 persen dan inflasi terendah di Pare-pare sebesar 0,03 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Manado minus 1,27 persen dan deflasi terendah di Maumere sebesar minus 0,04 persen.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore