
Hanna Teras dari Tampere University of Applied Sciences Finlandia (tengah) menjelaskan program bantuan akses internet untuk Indonesia (12/6). Hilmi/Jawa Pos
JawaPos.com-Uni Eropa menyalurkan bantuan senilai 30 ribu EURO atau sekitar Rp 480 juta untuk meningkatkan layanan pendidikan di Indonesia. Bantuan itu disalurkan melalui European Union dan Erasmus+ melalui program Batter University Knowledge for All (BUKA) Project. Dana hampir setengah miliar rupiah itu diantaranya digunakan untuk mengatasi persoalan akses internet di daerah.
Bantuan tersebut diwujudkan melalui layanan internet mendukung belajar online lewat sistem UT-Access. Total layanan ini bakal disebar di lima daerah. yaitu di Cigombong, Jasinga, Serang, Tegal, dan Garut. Melalui layanan tersebut, diharapkan mahasiswa bisa mengikuti perkuliahan jarak jauh secara online atau virtual.
Rencana pembukaan layanan akses internet gratis untuk kuliah online itu dibahas dalam forum BUKA Project Meeting di kampus Universitas Terbuka (UT) Tangerang Selatan pada Senin (12/6). Diantara yang menjadi narasumber pada forum ilmiah tersebut adalah Hanna Teras dari Tampere University of Applied Sciences (TAMK) Finlandia.
Hanna mengatakan dia mengetahui bahwa untuk kota-kota besar, termasuk Jakarta, layanan internet sudah sangat bagus. ’’Tetapi Indonesia bukan hanya Jakarta saja. Indonesia memiliki banyak daerah dan pulau-pulau,’’ tuturnya. Sehingga masih jadi tantangan untuk melakukan pembelajaran atau perkuliahan secara online.
Dia menjelaskan adanya pandemi Covid-19 lalu, membuka mata dunia bahwa digitalisasi dalam pembelajaran atau perkuliahan sangat penting. Ketika sekolah-sekolah ditutup akibat pandemi, pembelajaran secara online menjadi tulang punggung pendidikan bagi hampir seluruh negara di dunia. Setelah pandemi Covid-19 mereda, dia mengatakan pembelajaran secara online tetap perlu untuk dijalankan.
Pada kesempatan yang sama dosen Fakultas Sains dan Teknologi UT Diki menuturkan layanan perkuliahan jarak jauh atau kuliah online saat ini masih mengalami tantangan akses internet. Menurut dia, saat ini cakupan internet di Indonesia masih terkonsentrasi di pulau Jawa. Itupun untuk daerah-daerah tertentu di wilayah Jawa Barat dan Banten misalnya, masih terdapat area yang kesulitan akses internet.
Untuk itu program layanan internet gratis yang dibuka di lima daerah itu penting. Sehingga mahasiswa di daerah tersebut, bisa belajar secara online di titik-titik yang sudah ditentukan. Jadi mereka tidak perlu keluar ongkos untuk kuliah ke kampus-kampus, yang umumnya berada di pusat kota. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
