Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Juni 2023 | 20.47 WIB

Intan Fauzi: Terbongkarnya Borok-borok BUMN itu Bagian dari Perbaikan Tata Kelola Perusahaan Negara

Anggota Komisi VI DPR RI Intan Fauzi menyampaikan paparannya dalam diskusi dialektika demokrasi di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/9/2021). Diskusi membahas siasat membangkitkan UMKM pascapandemi Covid-19. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Intan Fauzi menyatakan, jika munculnya berbagai kasus dugaan korupsi di beberapa perusahaan pelat merah tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaan tata kelola perusahaan/ good corporate governance (GCG) yang baik dan benar. 

Hal itu pasalnnya dipicu dengan ramainya berbagai kasus dugaan korupsi pada perusahaan BUMN. Mulai dari Garuda, Jiwasraya, Asabri, Pertamina, Krakatau Steel, Perum Perindo, Waskita Karya, Nindya Karya, dan kasus dugaan korupsi dana pensiun Pelindo. Terbaru pada PT Waskita Karya dan PT Waskita Beton Precast.

"Bersih-bersih BUMN, tidak terpisahkan dari kinerja BUMN dalam merapihkan tata kelola perusahaan, sehingga banyak kasus dugaan korupsi terangkat, yang jelas akan berdampak pada kerugian Negara," tegas Intan Fauzi saat Rapat Kerja dengan Menteri BUMN di Komisi VI DPR RI. 

"Dengan terbongkarnya kasus-kasus lama dugaan korupsi di BUMN ini sebenarnya justru bagus. Artinya apa? Artinya pembenahan tata kelola itu berjalan dengan baik, karena pembenahan yang dilakukan kemudian membuka borok-borok BUMN. Ini bagian dari nyali Menteri BUMN Erick Thohir untuk bersih-bersih," kata Intan kepada wartawan. 

Meski diakui belum sepenuhnya berhasil dan perlu terus dilakukan perbaikan, sehingga jangan ada lagi BUMN merugi. Intan, Anggota DPR RI Fraksi PAN ini mengingatkan soal pentingnya BUMN memegang komitmen perusahaan dalam hal menjaga akuntabilitas, transparansi dan responsibiliti. 

"Salah satu keberhasilan penerapan tata kelola perusahaan yang baik adalah meningkatnya dividen BUMN. Walaupun kita ketahui bersama dividen di tahun 2022 sudah bagus, tetapi kinerja perusahaan yang belum optimal harus tetap dilakukan," jelasnya. 

Lebih lanjut, Intan Fauzi juga mendorong Dewan Komisaris pada banyak perusahaan BUMN untuk melaksanakan fungsi pengawasan serta memaksimalkan peran Komite Audit. Karena dengan begitu laporan keuangan terus termonitor secara berkala. 

"Hal ini sekaligus menutup celah bagi terjadinya tindak pidana korupsi dan kecurangan Laporan Keuangan,” kata legislator dari daerah pemilihan Kota Bekasi dan Depok itu. 

Intan juga mengatakan, pengawasan wajib dilakukan oleh Komisaris sebagai instrumen gawang perusahaan. "Tentunya kami di DPR, juga terus melaksanakan pengawasan secara berkala, dengan mengundang BUMN untuk melaporkan kinerjanya, paparan aksi korporasi dan saat ajuan Penambahan Modal Negara/ PMN,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan jika terkuaknya kasus yang membelit PT Waskita Karya Tbk dan PT Aneka Tambang (Antam) sepatutnya menjadi peringatan kepada BUMN lain untuk benar-benar bekerja secara profesional dan transparan sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan.

"Kami konsisten lakukan bersih-bersih ini. Tetapi kalau memang tetap ada oknum-oknum yang terkena, ya tentu itu bagian dari bersih-bersih," ucap Erick di Kantor Kementerian BUMN. 

Menteri BUMN mendukung penuh proses penyidikan yang tengah dilakukan oleh Kejagung. Erick juga optimistis perbaikan kinerja BUMN bisa lebih optimal ke depannya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore