
Kebakaran terjadi di kawasan hutan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Senin (16/7).
JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi di Kalimantan Barat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan warga. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kalbar, akibat kabut asap ini, ribuan orang di berbagai wilayah di Kalbar terkena ISPA.
"ISPA sudah terjadi sekitar 2000 orang," ujar Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Nyarong, dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (22/8).
Sementara itu, karena kualitas udara sangat buruk, maka dinas pendidikan setempat meliburkan sementara kegiatan belajar mengajarnya.
"Sekolah di Kab. Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kab. Mempawah) diliburkan," imbuhnya.
Selain berdampak bagi kesehatan warga, akibat kasus Karhutla ini, selama 2 hari terakhir penerbangan mengalami di Bandara Internasional Supadio mengalami delay (terganggu - terutama pada jam penerbangan pertama).
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, atas kasus Karhutla ini, Bandara Internasional Supadio sempat ditutup sementara pada Senin (20/8). Pasalnya asap tebal mengepung ke sejumlah titik daerah Pontianak, Kalimantan Barat.
Namun, tak lama kemudian, bandar udara ini kembali dibuka, setelah dinyatakan aman bagi penerbangan pesawat.
Kasus Karhutla, menurut Sutopo memang kerap terjadi di Kalbar. sebelumnya juga terjadi pembakaran kebun yang menyambar pondokan dan menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang kritis.
“Sebelumnya 1 orang meninggal dunia 2 orang luka-luka akibat kegiatan membakar," jelas Sutopo.
Selain itu, lebih dari 500 titik asap tebal yang akibat kebakaran mengepung berbagai Kabupaten di Kalimantan Barat, menyebabkan indeks standar pencemaran udara sempat naik turun.
“Melihat titik api memang cukup banyak dan upaya akan tetap terus dilakukan (melakukan pemadaman dengan darat dan udara)," tegas Sutopo.
Untuk mengatasi hal ini, BNPB dan BPPT menggelar hujan buatan dengan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu ribuan personil yang dikerahkan dalam proses pemadaman di darat maupun udara.
Sementara itu, melihat kondisi daerah gambut kering yang sulit untuk dipadamkan, personil gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, dan Relawan terus melakukan pemadaman baik dari darat maupun udara.
Sutopo juga menjelaskan, untuk mengatasi Karhutla tersebut, BNPB juga mengerahkan 4 helikopter water bombing yang setiap harinya terbang untuk memadamkan api.
“BNPB mengerahkan 4 helikopter water bombing di sana yang terbang setiap harinya untuk memadamkan api," jelas Sutopo.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
