Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Agustus 2018 | 23.07 WIB

Akibat Kabut Asap, Ribuan Warga Kalbar Terserang ISPA

Kebakaran terjadi di kawasan hutan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Senin (16/7). - Image

Kebakaran terjadi di kawasan hutan Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Senin (16/7).

JawaPos.com - Kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi di Kalimantan Barat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan warga. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kalbar, akibat kabut asap ini, ribuan orang di berbagai wilayah di Kalbar terkena ISPA.


"ISPA sudah terjadi sekitar 2000 orang," ujar Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Nyarong, dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (22/8).


Sementara itu, karena kualitas udara sangat buruk, maka dinas pendidikan setempat meliburkan sementara kegiatan belajar mengajarnya.


"Sekolah di Kab. Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kab. Mempawah) diliburkan," imbuhnya.


Selain berdampak bagi kesehatan warga, akibat kasus Karhutla ini, selama 2 hari terakhir penerbangan mengalami di Bandara Internasional Supadio mengalami delay (terganggu - terutama pada jam penerbangan pertama).


Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, atas kasus Karhutla ini, Bandara Internasional Supadio sempat ditutup sementara pada Senin (20/8). Pasalnya asap tebal mengepung ke sejumlah titik daerah Pontianak, Kalimantan Barat.


Namun, tak lama kemudian, bandar udara ini kembali dibuka, setelah dinyatakan aman bagi penerbangan pesawat.


Kasus Karhutla, menurut Sutopo memang kerap terjadi di Kalbar. sebelumnya juga terjadi pembakaran kebun yang menyambar pondokan dan menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 2 orang kritis.


“Sebelumnya 1 orang meninggal dunia 2 orang luka-luka akibat kegiatan membakar," jelas Sutopo.


Selain itu, lebih dari 500 titik asap tebal yang akibat kebakaran mengepung berbagai Kabupaten di Kalimantan Barat, menyebabkan indeks standar pencemaran udara sempat naik turun.


“Melihat titik api memang cukup banyak dan upaya akan tetap terus dilakukan (melakukan pemadaman dengan darat dan udara)," tegas Sutopo.


Untuk mengatasi hal ini, BNPB dan BPPT menggelar hujan buatan dengan teknologi modifikasi cuaca untuk membantu ribuan personil yang dikerahkan dalam proses pemadaman di darat maupun udara.


Sementara itu, melihat kondisi daerah gambut kering yang sulit untuk dipadamkan, personil gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, Satpol PP, dan Relawan terus melakukan pemadaman baik dari darat maupun udara.


Sutopo juga menjelaskan, untuk mengatasi Karhutla tersebut, BNPB juga mengerahkan 4 helikopter water bombing yang setiap harinya terbang untuk memadamkan api.


“BNPB mengerahkan 4 helikopter water bombing di sana yang terbang setiap harinya untuk memadamkan api," jelas Sutopo.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore