Para ulama berdialog bersama Kemenag berkaitan dengan proyeksi santri masa depan. (Kemenag)
JawaPos.com-Direktorat Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) menyelenggarakan kegiatan Takjil Pesantren di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Jumat (27/2). Dalam forum tersebut turut dilaksanakan Talkshow dan Ngaji Bareng Santri yang menyinggung proyeksi santri masa depan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamarudin Amin menyampaikan bahwa santri perlu memiliki target belajar maksimal. Menurut dia, santri masa kini tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin, melainkan juga harus memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan. Sehingga para santri mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
”Santri masa kini jika bisa tidak hanya memiliki target tafaqquh fiddin tetapi bisa belajar ketatanegaraan juga sehingga bisa sukses di pos pos strategis,” kata Kamarudin.
Dalam forum yang sama, Pengasuh PP Al-Tsaqafah KH. Said Aqil Siradj mengungkapkan bahwa pesantren memiliki kekayaan tradisi keilmuan yang sangat besar. Salah satunya melalui khazanah kitab kuning yang menjadi fondasi pembelajaran. Menurut Kiai Said, konstruksi keilmuan pesantren bertumpu pada tiga pilar utama.
Tiga pilar yang dimaksud oleh salah seorang ulama besar Indonesia itu adalah bayan ilahi yang bersumber dari wahyu, bayan nabawi yang merujuk pada sunnah, serta bayan aqli yang berkembang melalui ijtihad ulama seperti ijma dan qiyas. Dia pun menekankan bahwa pesantren di Indonesia itu kaya karena ada tradisi kitab kuning.
”Di dalamnya ada bayan ilahi, ada bayan nabawi, dan juga bayan aqli yang melahirkan ijma serta qiyas sebagai metode istinbath hukum,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said menjelaskan, kegiatan yang diselenggarakan di bulan Ramadhan itu merupakan bagian dari rangkaian program bernama San Trend Ramadhan. Program itu terdiri atas Takjil Pesantren, Pesantren di Radio, Ramadhan Insight, Ngaji Bandongan Online, dan berbagai kegiatan lain.
Basnang menyebut, kegiatan itu dilaksanakan dengan pendekatan tematik. Khusus di PP Al-Tsaqafah Ciganjur tema yang diangkat adalah Dari Pesantren untuk Dunia: Proyeksi Santri Masa Depan. Dia menegaskan bahwa tema itu bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis pembinaan santri ke depan. Karena itu, dia menekankan pentingnya menghadirkan figur santri yang kuat dalam tradisi, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh.
”Santri masa depan yang kita proyeksikan adalah santri yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren sebagaimana dicontohkan oleh Kiai Said, menguasai khazanah klasik, tetapi tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Santri harus mampu menjaga identitas keislaman dan keindonesiaannya, berwawasan luas, dan tetap berkomitmen untuk Indonesia,” ungkap Basnang. (*)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
