Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan pernyataan di High Level Segment (HLS) ke-61 Dewan HAM PBB di Markas Besar PBB Jenewa, Swiss, Senin (24/2/2026). (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu bahasan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono saat menyampaikan pernyataan pidato pada High Level Segment (HLS) Sesi ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2).
Sugiono mengungkapkan, di Indonesia, komitmen penguatan hak asasi manusia dimulai dari martabat dalam kehidupan sehari-hari.
Yakni, ketika anak-anak dapat belajar tanpa kelaparan, keluarga dapat mengakses layanan kesehatan, masyarakat merasa aman, hingga kesempatan bisa berada dalam jangkauan.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia melanjutkan transformasi nasionalnya untuk memajukan keadilan sosial, perluasan akses terhadap makanan bergizi, layanan kesehatan, perumahan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi,” tuturnya.
Dia menekankan bahwa upaya tersebut bukan sekadar rancangan kebijakan di atas kertas. Melainkan telah dilaksanakan sebagai perwujudan dari hak-hak fundamental.
Untuk melembagakan komitmen ini, lanjut dia, Indonesia tengah memajukan generasi keenam Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia.
Kerangka ini dibuat untuk memperkuat koordinasi antar kementerian, meningkatkan akuntabilitas, serta memastikan bahwa promosi dan perlindungan HAM dapat diukur dan berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia juga terus bekerja sama secara erat dengan lembaga-lembaga HAM nasional maupun internasional.
Indonesia juga mendorong kolaborasi konstruktif guna memajukan upaya berkelanjutan dalam mempromosikan dan melindungi hak asasi manusia yang sejalan dengan prioritas nasional dan norma internasional.
“Secara paralel, Indonesia telah melakukan reformasi hukum melalui pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana,” ungkapnya.
Reformasi ini disebutnya tidak hanya menegaskan kedaulatan hukum nasional, tetapi juga memperkuat keseimbangan antara ketertiban, kebebasan, dan kesejahteraan.
Dalam kesempatan itu, Sugiono turut menyinggung soal dukungan terhadap peran Dewan HAM di tengah dinamika geopolitik yang terjadi saat ini. Salah satunya melalui kepemimpinan Indonesia sebagai Anggota dan Presiden Dewan HAM PBB 2026.
Dia menekankan bahwa Presidensi Indonesia dipandu oleh keyakinan sederhana. Yakni kredibilitas dimulai dari dalam negeri, tetapi tanggung jawab meluas secara global.
Dia juga menjanjikan Indonesia akan berupaya menjembatani perbedaan, melakukan konsultasi secara luas, mendengarkan dengan saksama, dan bertindak secara bertanggung jawab dalam menjalankan perannya sebagai presiden Dewan HAM PBB tahun ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
