
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah di Kota Surabaya, Selasa (23/12).. (Instagram @surabayasiders)
JawaPos.com - Berdasar prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada 17-19 Februari 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat waspada.
Imbauan disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari hari ini. Dia menyampaikan bahwa pihaknya mengimbau pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan terus memantau prakiraan cuaca secara berkala.
”Memelihara saluran drainase dan menyiapkan rencana evakuasi jika hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang,” terang dia.
Tidak hanya itu, BNPB mengimbau agar pemda dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi agar respons dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi kedaruratan di lapangan. Sejak kemarin, BNPB mencatat sejumlah bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Di antaranya banjir akibat arus air dari hulu yang menyebabkan luapan pada drainase di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, Bima, pada Minggu (15/2). Luapan air merendam 32 unit rumah warga dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. BPBD Kabupaten Bima bersama tim gabungan melakukan pendataan di lokasi kejadian dan dilaporkan banjir sudah mulai surut.
Hujan lebat juga memicu peningkatan debit air Sungai Wrati dan Rejoso yang menyebabkan banjir di Kecamatan Gempol, Beji, Bangil dan Winongan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) sejak Sabtu pekanlalu (14/2). Tercatat sebanyak 2.880 unit rumah terdampak. BPBD Kabupaten Pasuruan bersama instansi setempat sudah mendistribusikan bantuan logistik.
”Peristiwa serupa terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Minggu, 15 Februari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi memicu peningkatan muka air di Kali Rambut sehingga luapan air merendam Desa Tambakrejo, Bojongnangka, Wanamulya dan Lawangrejo di Kecamatan Pemalang,” terang Abdul Muhari.
Akibatnya, sebanyak 1.445 unit rumah terdampak. Selain itu, tiga unit fasilitas umum, 13 unit fasilitas pendidikan, tujuh unit fasilitas ibadah, dan satu unit pabrik juga terdampak banjir. BPBD Kabupaten Pemalang mengerahkan perahu karet untuk mobilisasi warga. Dari hasil pemantauan di lokasi kejadian, intensitas hujan mulai turun dan banjir berangsur surut.
”Kemudian, luapan Sungai Cacaban yang dipicu hujan lebat turut menyebabkan banjir di Kecamatan Kramat dan Suradadi di Kabupaten Tegal. Dilaporkan satu unit rumah rusak berat dan satu orang mengalami luka ringan. Tim gabungan telah melarikan korban luka ke puskesmas terdekat,” jelasnya. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
