
Agus Hadianto menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk berobat dan mengecek Riwayat kesehatannya.
JawaPos.com – Manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) nyata dirasakan masyarakat Magelang, Jawa Tengah. Bukan hanya karena biaya pengobatan gratis ditanggung BPJS Kesehatan, tapi fasilitas kesehatannya juga semakin baik.
Pengalaman itu dibagikan oleh Agus Hadianto. Sebagai peserta JKN ia menyadari adanya sistem rujukan berjenjang. Sejak periksa ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Hadi sudah merasakan atmosfir itu.
Ia mendapatkan pelayanan baik. Dokter pun memberikan informasi secara jelas, mengenai kondisi mata kanannya yang harus dioperasi karena katarak. Ia pun mendapatkan rujukan ke RSUD Tidar Kota Magelang. Tindakan operasi itu dilakukan pada 2017.
“Rumah sakitnya sudah makin bagus, tenaga kesehatannya juga ramah-ramah, dan kebetulan pada saat itu, RSUD Tidar punya alat baru untuk operasi mata. Nah, saya termasuk yang awal memakai alat itu,” tutur Hadi, Jumat (30/1/2026).
Hasil operasinya memuaskan. Penglihatannya lebih jernih, dan bisa melihat warna lebih jelas. Pemulihannya pun lebih cepat. Meski rangkaian untuk periksa mata sangat banyak, Hadi tak mengeluarkan biaya sepeserpun, bahkan sampai jatah kontrol habis.
“Sangat nyaman, dan dalam waktu dekat sekitar Februari, dokter sudah menyarankan untuk tindakan operasi mata sebelah kanan, karena ada kataraknya juga,” tuturnya.
Tidak dipungkiri, mulanya ia sempat khawatir menjalani operasi menggunakan JKN. Ia takut dilayani secara berbeda. Takut hasilnya mengecewakan.
Rasa ragu itu terpatahkan. Ia mantap berobat menggunakan JKN, setelah petugas rumah sakit memberikan informasi terperinci mengenai hak-hak peserta JKN.
Ia pun menyadari, jika operasinya dilakukan dengan biaya mandiri, tentu akan mengurangi saldo tabungan yang telah lama ia persiapkan untuk masa depan ketiga anaknya. Tindakan operasi pun akhirnya dilakukan pada tahun 2016.
“Setelah saya jalani, berobat dengan JKN sangat memuaskan,” ungkapnya.
Dari pengalamannya itu, ia merasakan adanya peningkatan kualitas layanan kesehatan di era JKN. Fasilitas rumah sakit makin canggih, pelayanan makin mudah, tenaga kesehatan juga semakin ramah.
“Saya merasakan kesetaraan, karena meskipun pakai BPJS Kesehatan, alat operasi yang digunakan juga sama dengan pasien umum lainnya,” ujarnya.
Istrinya Hadi, Vita Yektiani juga merasakan manfaat program JKN. Sudah sekitar 15 kali ia harus bolak-balik ke fasilitas kesehatan untuk mengobati cedera engkel yang dideritanya. “Saya nggak bisa membayangkan kalau tanpa JKN, sudah berapa uang yang harus saya keluarkan untuk berobat,” terangnya.
Cedera engkel itu membuat Vita kesulitan berjalan. Dengan JKN, Vita ditanggung biaya terapinya. “Tinggal satu kali lagi saya terapi, sekitar 9 Februari nanti,” ucapnya.
Sejak mendapatkan penanganan tepat, kondisi kakinya semakin membaik. Ia sudah bisa berjalan normal. Ia pun menjadi lebih produktif dalam bekerja.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
