
Terpantau Bibit Siklon Tropis 96S dan Bibit Siklon Tropis 99B di Samudera Hindia yang berdampak pada terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sumatera. (Antara)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi bahwa bibit siklon tropis 91S telah terbentuk pada Rabu (21/1). Berdasar hasil analisis hari ini (22/1), pada pukul 07.00 WIB pusat sirkulasi berada di sekitar 11.4°LS 118.9°BT, di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Terbentuknya bibit siklon tropis tersebut akan berdampak pada kondisi cuaca di beberapa daerah Indonesia.
Berdasar keterangan yang disampaikan oleh BMKG, bibit siklon tropis 91S akan berdampak secara tidak langsung terhadap kondisi cuaca selama 24 jam ke depan. Persisnya sampai pukul 07.00 WIB besok (23/). Daerah-daerah terdampak akan hujan sedang, hujan lebat, bahkan hujan sangat lebat disertai dengan angin kencang.
Beberapa daerah terdampak itu terdiri atas hujan sedang-lebat di wilayah Jawa Timur (Jatim), Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian hujan lebat-sangat lebat di NTB serta angin kencang di Bali, NTB, dan NTT. Selain itu, BMKG memprediksi terjadi gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter di Laut Bali, Laut Flores, Selat Bali, dan Selat Lombok.
Semenetara gelombang kategori tinggi 2,5-4 meter diprediksi terjadi di Perairan Selatan Jawa Tengah (Jateng)-NTT, Laut Sawu, Samudera Hindia, dan Laut Arafuru bagian barat. Kondisi itu terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya kecepatan angin pada bibit siklon tropis 91S yang mencapai 25 knot atau 46 kilometer per jam.
”Aktivitas konvektif di sekitar pusat sirkulasi terpantau cukup fluktuatif dalam 24 jam terakhir, area dense overcast meluas terutama di sebelah barat daya sistem. Begitu juga dengan area deep convective yang semakin bertambah menandakan adanya perawanan konvektif yang berkembang signifikan dengan suhu puncak awan yang sangat dingin,” terang Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG Miming Saepudin.
Tidak hanya itu, bibit siklon tropis 91S didukung oleh aktifnya gelombang Low Frequency, Kelvin, dan Rosby di sekitar sistem, suhu muka air laut di sekitarnya yang hangat sekitar 29 - 31 derajat celcius, vortisitas sedang – kuat pada lapisan permukaan hingga menengah (500 hPa), serta kelembaban udara yang basah.
”Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam kedepan intensitas sistem ini diprakirakan akan cenderung meningkat dengan kecepatan angin maksimumnya sekitar 25 knot dan sirkulasi yang lebih tertutup dengan arah gerak selatan-tenggara,” bebernya.
Dalam 48 jam kedepan sistem tersebut diprediksi mengalami sedikit peningkatan dari pola sirkulasi yang mulai terlihat di lapisan permukaan dan di lapisan atasnya sirkulasi semakin tertutup, dengan kecepatan angin maksimumnya sekitar 25-30 knot dan bergerak ke arah tenggara.
”Sedangkan dalam 72 jam kedepan sistem mulai memasuki daratan Australia bagian barat sehingga diprakirakan akan kembali melemah. Secara umum, potensi bibit 91S menjadi siklon tropis dalam 24 jam dalam kategori sedang, dalam 48 jam dalam kategori kuat, dan dalam 72 jam dalam kategori sedang,” terang dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
