
Tim SAR Gabungan menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak dan jatuh di Maros, Sulsel. (TNI AD)
JawaPos.com - Upaya pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah di area medan yang sangat ekstrem.
Korban kedua ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (19/1) siang. Penemuan ini menambah daftar korban yang berhasil dievakuasi setelah pesawat dinyatakan hilang kontak sejak Sabtu lalu.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengonfirmasi penemuan tersebut di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar. Meski jenis kelamin sudah diketahui, identitas resmi korban masih dalam proses verifikasi.
"Telah ditemukan satu korban," kata Mohammad Syafii, Senin (19/1).
Ia menjelaskan bahwa jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA. Berdasarkan laporan awal dari personil di lapangan, korban berjenis kelamin perempuan.
"Nanti mungkin (identitas korban) persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan," bebernya.
Proses evakuasi kali ini menghadapi tantangan berat lantaran lokasi penemuan berada di area tebing yang sangat terjal dan curam di kawasan perbatasan Maros-Pangkep.
Syafii menyebutkan bahwa posisi korban berada cukup jauh dari puncak gunung. Korban kedua tersebut ditemukan di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.
Hingga saat ini, tim gabungan terus berupaya menyisir lokasi untuk mencari sisa korban lainnya. Mengingat medan yang sulit, koordinasi intensif terus dilakukan antara tim di lapangan dengan pusat komando.
Kronologi Hilangnya Pesawat IAT
Pesawat ATR 42-500 ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan pendaratan di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat tersebut mengangkut total 10 orang yang terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Adapun tiga penumpang yang berada di dalam pesawat merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu Ferry Irawan, Deden Maulana, dan Yoga Naufal.
Sementara itu, tujuh kru pesawat yang bertugas adalah Captain Andi Dahananto (Pilot), Muhammad Farhan Gunawan (Copilot), serta lima kru lainnya yakni Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
