
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1). (Setpres).
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti masifnya kritik publik terkait penanganan bencana Sumatera. Prabowo menyatakan, kunjungan pemerintah ke lokasi bencana bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari upaya memahami persoalan di lapangan secara langsung.
“Kita datang sekali lagi bukan untuk kita ingin katakanlah sekadar untuk melihat, tapi kita datang melihat untuk mengetahui masalah ya,” kata Prabowo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kamis (1/1).
Ia menegaskan, pemimpin harus hadir agar mengetahui kondisi nyata yang dihadapi masyarakat terdampak. Namun, ia menyayangkan atas komentar miring publik terkait kinerja pemerintah.
“Kadang-kadang saya monitor, ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat ya dari beberapa pribadi-pribadi komentator dan sebagainya yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif,” ungkapnya.
Ia mencontohkan kritik yang mempertanyakan kehadiran menteri di lokasi bencana. Menurut Prabowo, kritik semacam itu justru menempatkan pemerintah dalam posisi yang serba salah.
“Jadi kalau ada saya pernah dengar ada kritik begini ‘Untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat.’ Ya saudara-saudara, serba susah,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai kritik tersebut tidak adil, karena apa pun langkah yang diambil pemerintah selalu dipersoalkan.
“Menteri tidak datang dibilang tidak peduli. Menteri datang, ya masa menteri ikut macul? Bukan itu,” cetusnya.
Prabowo lantas menjelaskan esensi kehadiran pejabat negara di lokasi bencana. Ia menegaskan, kunjungan itu dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan mempercepat solusi.
“Pejabat datang, pemimpin datang, datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat. Kan begitu,” tutur Prabowo.
Prabowo juga mencontohkan manfaat komunikasi langsung dengan kepala daerah saat kunjungan lapangan. Dengan bertemu langsung, berbagai kebutuhan dapat segera diketahui.
“Saya datang ketemu Gubernur, ya Gubernur sampaikan kita butuh ini, kita itu, Pak ada usul ini, saya tahu langsung,” bebernya.
Meski menyadari adanya kritik dan hujatan, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan terus bekerja dan membuktikan kinerjanya. Ia percaya hasil nyata di lapangan akan menjawab keraguan publik.
“Jadi saya sampaikan ke saudara-saudara, para pimpinan, para menteri, para kepala badan, Gubernur, semua salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah, siap untuk... tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
