Dudi Arisandi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk masa bakti 2025–2028 di kantor pusat Wisma Barito Pacific II, Jakarta. (istimewa)
JawaPos.com - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia (PMSM Indonesia) menekankan bahwa pihaknya memiliki peran strategis di tengah tantangan dan disrupsi global yang semakin kompleks. Adapun organisasi harus tampil sebagai penggerak utama transformasi sumber daya manusia nasional sekaligus menyiapkan fondasi masa depan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PMSM Indonesia periode 2025–2028, Dudi Arisandi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk masa bakti 2025–2028 di kantor pusat Wisma Barito Pacific II, Jakarta, belum lama ini.
"Menjawab pertanyaan quo vadis (mau ke mana) PMSM, marilah kita tegaskan bersama, PMSM akan terus melangkah maju menjadi wadah pengembangan profesional HR yang unggul, menjadi sumber inspirasi dan inovasi bagi dunia kerja, serta menjadi pelopor perubahan positif bagi Indonesia," pungkas Dudi.
Rakernas sendiri menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyatukan arah kebijakan dan program kerja tiga tahun ke depan. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung pada 1 November 2025.
Dudi menegaskan bahwa kepengurusan baru memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan organisasi dengan satu arah visi yang jelas. "Saya menggarisbawahi komitmen kepengurusan baru melalui sebuah visi tunggal, bergerak bersama untuk memperkuat sumber daya manusia, organisasi, dan daya saing Indonesia ke panggung dunia," ujar Dudi.
Ia menjelaskan bahwa visi tersebut diterjemahkan ke dalam empat misi strategis. Misi pertama bertajuk Growing Together, One Purpose, yang menitikberatkan pada penguatan struktur organisasi melalui penempatan talenta yang tepat serta peningkatan sinergi antara DPP, DPD, dan DPC.
Misi kedua, Resilient Talent, Digital Future, berfokus pada pengembangan kualitas dan kompetensi SDM Indonesia agar adaptif terhadap dinamika dunia kerja, kemajuan teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan.
"Misi ketiga yaitu Ethical Impact, Inclusive HR. Mendorong praktik HR yang inklusif, beretika dan berkelanjutan di seluruh sektor sesuai dengan prinsip Diversity, Equity and Inclusion (DEI) dan Sustainable Development Goals (SDGs). Dan misi keempat yaitu United for Progress, Stronger Nation. Menghubungkan PMSM dengan berbagai sektor untuk mempercepat kemajuan SDM bangsa," papar Dudi.
Rakernas periode 2025–2028 ini sekaligus menandai dimulainya fase baru perjalanan PMSM Indonesia, dengan tekad untuk terus relevan, memberikan dampak nyata, serta berkontribusi dalam mendorong kemajuan sumber daya manusia dan bangsa Indonesia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
