
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, didampingi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/11).
JawaPos.com - Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera terus dilakukan secara masif. Langkah Teddy yang aktif menyampaikan perkembangan penanganan bencana dinilai sebagai upaya menjawab keresahan publik di tengah derasnya kritik terhadap pemerintah.
Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menilai keterlibatan langsung Seskab dalam menyampaikan informasi penanganan bencana merupakan momentum penting bagi pemerintah.
“Ya, ini menjawab keresahan publik, paling tidak menjawab dinamika yang terjadi dalam persepsi publik. Bencana ini menimbulkan banyak persepsi di masyarakat,” kata Trubus kepada wartawan, Rabu (24/12).
Menurut Trubus, peran Teddy menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menjelaskan bahwa penanganan bencana di Sumatra tetap berjalan, meski di tengah anggapan publik bahwa respons pemerintah tidak optimal.
“Ada kesempatan luar biasa bagi pemerintah untuk menjelaskan penanganan bencana Sumatra yang seolah-olah dianggap tidak optimal,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah sebenarnya terus bergerak dalam upaya penanganan bencana. Namun, luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan.
Trubus juga membandingkan kondisi saat ini dengan penanganan Tsunami Aceh pada 2004. Kala itu, pemerintah menetapkan status bencana nasional karena keterbatasan kelembagaan dan anggaran.
“Waktu itu BNPB belum terbentuk, APBD untuk status tanggap darurat juga belum ada. Maka pilihan satu-satunya adalah menetapkan bencana nasional,” jelasnya.
Karena itu, Trubus mendorong adanya kemandirian pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Ia menilai, peristiwa di Sumatra menunjukkan masih lemahnya peran pemerintah daerah, baik pada tahap prabencana, saat bencana, maupun pascabencana.
“Seharusnya pada tahap prabencana sudah ada sosialisasi dan pendidikan. Contohnya di Yogyakarta saat gunung meletus, warga sudah tahu harus ke mana. Begitu juga di Lumajang saat Gunung Semeru erupsi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah tidak lamban dalam menangani bencana banjir dan longsor di Sumatra. Menurutnya, pemerintah telah bergerak sejak hari pertama bencana melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ia menekankan, hujan deras mengguyur wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak 24, 25, dan 26 November. Banjir mulai terjadi pada 25 dan 26 November, dan pada hari yang sama pemerintah langsung turun ke lapangan.
Ia menambahkan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bahkan terbang langsung ke lokasi bencana dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
“Sejak hari pertama, saya pastikan semua sudah berjuang keras dan secepat mungkin berada di lokasi,” beber Teddy dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatra di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
