Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Desember 2025 | 21.30 WIB

Kisah Chef Rafi, Perantau 30 Tahun yang Kini Memasak MBG untuk Ribuan Anak di Kampung Halamannya

Chef Rafi memasak sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Chef Rafi memasak sajian menu Makan Begizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Di dapur sederhana milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, aroma bawang tumis dan suara minyak panas bercampur dengan derap langkah para relawan yang hilir mudik.

Di tengah kesibukan itu, Rafi, lelaki berusia 50 tahun, terlihat cekatan mengaduk wajan besar. “Ini lagi bikin telur dadar, Pak,” ujarnya tanpa mengalihkan pandang, kepada Jawapos.com, Kamis (4/12).

Rafi bukan sosok baru di dunia kuliner. Terhitung sudah tiga dekade Ia habiskan umurnya untuk bekerja di salah satu hotel di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, Ia baru gabung sekitar tiga bulan. “Kalau berkecimpung di dunia dapur, alhamdulillah sudah 30 tahun,” katanya.

Bagi Rafi, perbedaan memasak untuk tamu hotel dan untuk anak-anak penerima manfaat MBG cukup jelas. Ia harus bekerja berdampingan dengan ahli gizi untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi.

“Yang signifikan itu kalau di sini kita ada yang namanya gizinya harus dihitung dengan Ahli Gizi. Makanya kita harus koordinasi benar-benar,” jelasnya.

Pagi itu, dapur SPPG menyiapkan menu nasi goreng dengan telur dan ayam suwir untuk 1.945 penerima manfaat.

Di dapur ini, Ia dibantu 10 relawan yang memasak. Meski sebagian pada baru, para relawan tersebut sejauh ini bekerja tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah sih sejauh ini enggak terlalu signifikan ya. Aman-aman aja," akunya.

Rafi mengaku ada kebanggaan bisa memasak untuk anak-anak di kampungnya sendiri. Ia berharap program MBG terus diperhatikan dan kualitasnya juga ditingkatkan.

“Mudah-mudahan kita juga semakin hari semakin baik, semakin diterima,” ucapnya

Di akhir obrolan, wajan terakhir diangkat. Makanan hangat sudah siap dikemas. “Biasanya kita jam 7 sudah selesai. Karena makanan terbaik tidak lebih dari 4 jam dikonsumsi, Pak,” tegasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore