Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Desember 2025 | 23.29 WIB

Masih Sulit Diakses, Tim Gabungan Terobos Jalur Untuk Salurkan Bantuan di Aceh Timur, Ada 3 Titik Longsor

BNPB bersama Bupati Aceh Timur mendata korban terdampak sekaligus menyalurkan bantuan awal di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, Aceh Timur. (BNPB) - Image

BNPB bersama Bupati Aceh Timur mendata korban terdampak sekaligus menyalurkan bantuan awal di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi, Aceh Timur. (BNPB)

JawaPos.com - Tim Gabungan yang terdiri atas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, BPBD Aceh Timur, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan menerobos jalur darat ke beberapa lokasi. Meski masih sulit diakses upaya tersebut tetap dilakukan untuk memastikan korban terdampak bencana mendapat bantuan. 

Berdasar keterangan dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, beberapa lokasi yang masih sulit diakses itu adalah Gampong Arul Pinang di Kecamatan Peunaron dan Dusun Karang Kuda di Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi. 

Dalam perjalanan menuju Gampong Arul Pinang, Abdul Muhari menyampaikan bahwa rombongan harus menghadapi tantangan berat. Saat tiba di Jalan Pereulak, Gampong Peunaron Lama, ada 3 titik longsor tebing yang letaknya berdekatan. Material longsor menutup penuh akses jalan dan merusak badan jalan. 

”Ada 2 titik masih dapat dibersihkan dengan alat berat, namun 1 titik longsor berukuran besar menyebabkan kerusakan parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Rute menuju Arul Pinang dipenuhi jalan bergelombang, amblas, dan sisa lumpur. Kondisi itu menunjukkan tingginya genangan saat banjir menerjang. Beberapa rumah warga juga tampak terpapar lumpur dengan ketinggian mencapai atap yang lebih kurang 3 meter. 

”Kondisi desa hingga kini masih belum dialiri aliran listrik maupun jaringan internet. Ketersediaan air bersih dan bahan makanan semakin menipis, sementara kebutuhan obat-obatan, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan mendesak untuk segera dipenuhi,” imbuhnya. 

Kondisi serupa terjadi di Dusun Karang Kuda, Kecamatan Serbajadi. Akses jalur ke lokasi itu sudah satu minggu putus total. Di dusun tersebut sekitar 75 rumah warga hancur akibat banjir bandang. Meski tidak ada korban jiwa, warga mengalami trauma setiap kali hujan turun. 

”Selama menunggu bantuan masuk, warga membangun tempat pengungsian mandiri menggunakan terpal. Adapun kebutuhan mendesak mencakup air bersih, pakaian, selimut, makanan siap saji, hygiene kit, susu bayi, serta obat-obatan,” kata dia.

Selain mendata korban dan kerusakan, Tim Gabungan juga membawa bantuan awal berupa masing-masing 1,5 ton beras dan obat-obatan untuk korban terdampak bencana di Kecamatan Peunaron dan Serbajadi. BNPB terus mengupayakan percepatan pemulihan akses agar distribusi logistik dapat masuk, listrik dan komunikasi kembali pulih, serta posko-posko darurat segera berdiri.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore