
Kondisi pascabencana di Nagari Salareh Aia timur, Kabupaten Agam, Sumbar. (BNPB)
JawaPos.com - Sebanyak 130 orang dinyatakan meninggal dunia dan 71 warga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih belum ditemukan. Hal itu berdasarkan pembaruan data bencana pada Selasa (2/12) per pukul 14.00 WIB dari Pemerintah Daerah Kabupaten Agam.
Dari keterangan yang diterima JawaPos.com, korban akibat rangkaian banjir, banjir bandang, longsor, dan angin kencang yang melanda sejak 19 November 2025 juga telah membuat 15.300 jiwa terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang rusak atau hilang diterjang bencana.
Bencana hidrometeorologi ini memukul 16 kecamatan di Kabupaten Agam dan memicu kerusakan luas pada rumah penduduk, fasilitas umum, lahan pertanian, hingga infrastruktur jalan dan jembatan. Pemerintah daerah melalui Kominfo Agam terus memperbarui data lapangan sembari mengoordinasikan penanganan darurat.
Kronologis dan Sebaran Bencana
Sejak 19 November, curah hujan ekstrem memicu bencana beruntun di sejumlah wilayah. Longsor terjadi di Kecamatan Palembayan, Palupuh, Baso, Tanjung Raya, Malalak, Matur, dan IV Koto.
Banjir maupun banjir bandang (galodo) melanda Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Tilatang Kamang, Baso, Tanjung Raya, Malalak, serta IV Koto. Angin kencang dilaporkan di Kamang Magek dan Matur, sementara pohon tumbang menghambat akses jalan nasional di Sungai Pua.
Data Korban dan Kerusakan
Korban Meninggal (130 Orang)
Korban terbanyak berada di Ampek Nagari dengan 106 orang meninggal. Disusul Malalak (12 orang), Palupuh (9 orang), Matur (1 orang), Palembayan (1 orang), dan Tanjung Raya (1 orang).
Korban Hilang (71 Orang)
Wilayah paling terdampak adalah Palembayan dengan 61 warga belum ditemukan. Malalak mencatat 6 orang hilang, Tanjung Raya 3 orang, dan Lubuk Basung 1 orang.
Pengungsi (>15.300 Orang)
Tanjung Raya: 9.198 jiwa
Malalak: 2.419 jiwa
Palembayan: 1.511 jiwa
Tanjung Mutiara: 901 jiwa
IV Koto: 778 jiwa
Ampek Nagari: 400 jiwa
Palupuh: 100 jiwa
Korban Dirawat (41 Orang)
RSUD Lubuk Basung: 38 orang
RS M. Djamil: 2 orang
RS M. Yamin Pariaman: 1 orang
Kerusakan Infrastruktur dan Hunian
Rumah rusak ringan: 105 unit
Rumah rusak sedang: 385 unit
Rumah rusak berat: 233 unit
Rumah hanyut/hancur: 213 unit
Jembatan rusak: 4 unit
Jalan rusak: 2.801 meter
Jalan usaha tani: 6.780 meter
Fasilitas pendidikan: 88 sekolah
Tempat ibadah: 17 unit
Irigasi rusak: 3 unit
PAMSIMAS: masih didata
Kebutuhan Mendesak di Lapangan

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
