
Petugas BPBD Kota Solok Sumatera Barat mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Kamis (27/11/2025). (BPBD Kota Solok)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan alasan mengapa banjir yang melanda wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan penetapan status bencana nasional memiliki kriteria khusus dan sangat jarang digunakan.
"Status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia hanya Covid-19 dan Tsunami 2004. Hanya dua itu yang menjadi bencana nasional. Setelah itu, meski terjadi bencana besar seperti gempa Palu, gempa NTB, dan gempa Cianjur, semuanya tidak ditetapkan sebagai bencana nasional," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu (29/11).
Ia menjelaskan, penetapan status bencana nasional mempertimbangkan beberapa faktor, terutama skala korban dan tingkat kesulitan akses menuju lokasi bencana. Menurutnya, situasi banjir yang sempat terlihat mencekam di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan.
"Dari skala korban dan kesulitan akses, rekan-rekan media bisa membandingkan dengan kejadian sekarang ini. Memang kemarin kelihatannya mencekam di media sosial, tetapi ketika sampai di lokasi, kondisi sudah lebih terkendali dan tidak hujan," jelasnya.
Suharyanto menegaskan, bencana di tiga provinsi tersebut saat ini masih berstatus bencana daerah tingkat provinsi. Ia menambahkan, kondisi yang paling memerlukan perhatian saat ini berada di Tapanuli Tengah, sementara daerah lain relatif lebih stabil.
"Saya tidak perlu menyampaikan apakah perlu status darurat bencana nasional atau daerah. Namun untuk saat ini, statusnya masih bencana daerah tingkat provinsi," ujarnya.
Berdasarkan catatan BNPB, kata Suharyanto, korban meninggal dunia akibat bencana pada tiga provinsi tersebut mencapai 303 jiwa. Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan pemukiman dan terputusnya akses.
Sementara, Sebanyak 48.887 kepala keluarga mengungsi, terutama di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil. Sedangkan di Sumatera Barat, tercatat 11.820 kepala keluarga mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Kemudian, sebanyak 3.840 keluarga terpaksa mengungsi akibat banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
