
Peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Jamilah Jae. (Istimewa)
JawaPos.com - Jamilah Jae tak menyangka bahwa anak kesayangannya terdapat benjolan di kepala. Sejak awal pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat ia terdaftar, anaknya sudah terjamin menjadi peserta JKN. Sebagai salah satu peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) mengaku dirinya telah banyak mendapat manfaat dari program yang kini sudah berjalan hampir sebelas tahun ini.
“Dari awal pemeriksaan di puskesmas, anak saya mengeluhkan sakit di kepalanya. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter, hasil diagnosa bahwa terdapat benjolan di kepala. Sehingga diperlukan pemeriksaan intensif dan tindakan lebih lanjut untuk mengobatinya," jelas Jamilah.
Sebagai seorang ibu rumah tangga yang anaknya sedang mengalami sakit tentu menjadi beban pikiran sangat bercabang, memikirkan keluarganya dan kesembuhan anaknya. Kesehatan sangatlah mahal, karena apabila dari anggota keluarga yang sakit tentu suasana di rumah tidak nyaman, ditambah keuangan untuk makan juga sulit, belum lagi memikirkan biaya listrik, biaya sekolah anak dan biaya lainnya, tentu menambah rasa khawatir yang sangat tinggi.
"Saat itu yang ada dalam pikiran saya adalah takut. Ketakutan terbesar adalah tentang biaya pengobatan, karena saya tahu biayanya pasti akan sangat besar, sedangkan saya tidak memiliki cukup uang. Bersyukur saya dan keluarga telah terdaftar sebagai peserta JKN sehingga seluruh biaya pengobatan anak saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali,” katanya.
Ia menambahkan, ketika dokter yang memeriksa menyampaikan harus memerlukan tindakan operasi untuk mengobati benjolan tersebut. Dokter juga menginformasikan sebagai peserta JKN, segala biaya pengobatan ditanggung, semua jenis penyakit dan sesuai indikasi medis serta mengikuti prosedur. Hal ini membuatnya merasa tenang dan tidak perlu khawatir akan biaya pengobatan anaknya.
“Saya merasa bersyukur sebagai peserta JKN bukan hanya biaya pengobatan terjamin, pelayanan yang diberikan tidak dapat diragukan, petugas fasilitas kesehatan baik dari FKTP dan FKRTL selalu mengutamakan keselamatan pasiennya. BPJS Kesehatan dengan transformasi mutu layanan. Hal ini saya rasakan sendiri dari administrasi yang mudah, prosedur yang sesuai, tentunya biaya pengobatan dijamin serta tidak adanya diskriminasi,” imbuhnya.
Ia pun menceritakan pengobatan anaknya yang ikut merasakan manfaat kartu JKN dengan lancar dan tidak ada kendala sama sekali. Saat itu, anaknya rutin mengambil obat untuk penyembuhan benjolan di kepalanya yang ia alami, dan sampai saat ini tidak ada kendala. Bukan hanya anaknya yang menerima pelayanan memuaskan dari BPJS Kesehatan, ketika dirinya mengalami sakit sehingga perlu dilakukan pemeriksaan, semua dilayani dengan cepat dan lancar.
“Ekonomi kelas menengah seperti kami sangat terbantu dengan adanya layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Penyakit seperti yang di alami anak saya ini atau ketika anggota keluarga saya sakit, saya tidak khawatir dan saya sangat bersyukur dengan kehadiran Program JKN ini. Semua rangkaian pengobatan yang didapat mulai dari biaya perawatan, biaya operasi dan keseluruhannya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Jamilah dengan wajah bahagia.
Bukan hanya itu, Program JKN juga memberikan akses pelayanan kepada pesertanya dan menghilangkan ketidaksetaraan sosial ekonomi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Ia berharap meskipun sebagian besar pelayanannya sudah sangat baik, BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN tetap harus meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Ia yakin jika pelayanan kesehatan yang diberikan semakin baik, maka semakin banyak masyarakat yang puas terhadap Program JKN dan semakin banyak yang dapat merasakan manfaat yang besar akan adanya program JKN.
“Semoga pelayanan dari Rumah Sakit tetap bagus seperti ini. Kalau pelayanan bagus kan saya sebagai pasien juga semangat untuk sembuh. Mudah-mudahan JKN ini terus berlanjut sehingga makin banyak masyarakat yang terbantu dan merasakan manfaat program ini, utamanya bagi masyarakat yang kurang mampu seperti saya ini,” tutup Jamilah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
