Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 November 2025 | 16.02 WIB

IHC RS Pusat Pertamina Bekali UMKM Pengetahuan Gizi untuk Tingkatkan Kualitas Produk

PT Pertamina Bina Medika melalui Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) berkolaborasi dengan Rumah BUMN meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kepada 30 pelaku UMKM/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

 
JawaPos.com — PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) melalui Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) berkolaborasi dengan Rumah BUMN Jakarta Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini, IHC RSPP menggelar penyuluhan kandungan gizi pada makanan ringan kepada 30 pelaku UMKM. 
 
Nutritionist IHC RSPP, Jhaniyati Br Sagala mengatakan, pelatihan ini berfokus pada pemahaman zat gizi dalam produk makanan, cara mencantumkan informasi gizi, hingga pentingnya standar kesehatan untuk mendukung pemasaran produk UMKM.
 
Menurutnya, banyak UMKM hanya mengetahui bahan yang digunakan tanpa memahami kandungan gizi yang menyertainya. 
 
“Makanya di sini kami melakukan penyuluhan biar masyarakat (para pelaku UMKM) tuh paham, produk yang mereka jual itu zat gizinya tertera. Jadi mereka tahu yang mereka jual itu value-nya apa sih, manfaatnya apa untuk masyarakat luas,” kata Jhaniyati kepada wartawan, Rabu (26/11).
 
 
Ia menekankan pentingnya transparansi nilai gizi agar konsumen dapat memilih produk sesuai kebutuhan kesehatan. Mulai dari jumlah karbohidrat, kalori, protein, hingga klaim seperti rendah lemak atau tinggi serat.
 
Terkait soal izin pencantuman kandungan gizi, Jhaniyati menjelaskan bahwa prosedurnya tidak sesulit yang dibayangkan.
 
“Memang kita kan memang harus melewati Balai POM ya, gitu. Jadi memang harus ada sertifikat halal juga. Jadi prosesnya itu sebenarnya tidak ribet, tapi kalau kita tahu alur-alurnya ke mana yang harus kita tuju, lancar saja,” jelasnya.
 
Ia menegaskan bahwa UMKM harus memahami zat gizi produknya sebelum mengurus perizinan dan memastikan kemasan dibuat sesuai standar. “Jadi bukan sekadar ‘Oh ini makanan’, jadi dia harus bisa mempertanggungjawabkan zat gizi yang ada di dalam produk itu," ungkapnya.
 
 
Terkait produk jajanan dan minuman manis, Jhaniyati mengingatkan pentingnya pembatasan konsumsi gula sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
 
“Mengurangi gula bukan berarti men-stop ya. Terus gula itu dibatasi. Yang biasanya orang pakainya 100 gram sehari, dikurangi menjadi 50 gram. Berarti kan rendah gula,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa untuk minuman manis, ukuran porsi 250–350 ml harus dihitung dengan cermat takaran gulanya. “UMKM ini tidak hanya menjual produk, mereka harus mengerti produknya itu seperti apa, harus paham," tambahnya.
 
Sementara itu, CEO Rumah BUMN Jakarta Selatan, Oktivianis Kusumaningrum berharap kerja sama edukasi seperti bisa terus berlanjut. “Jadi, mudah-mudahan dengan pelatihan di siang hari ini bisa menyerap banyak ilmu dari ahlinya langsung. Karena kami percaya informasi terkait kandungan gizi yang disampaikan oleh Ahli Gizi sangat diperlukan para UMKM khusunya bidang F&B," katanya.
 
Beberapa pelaku UMKM turut membagikan pengalaman usai mengikuti pelatihan. Miki owner dari Homebaked Happiness (Kue Kering), misalnya. Ia mengaku baru memahami pentingnya pencantuman nilai gizi dalam produknya.
 
“Insight yang saya dapat, pentingnya penulisan nilai gizi yang ada di produk saya,” katanya.
 
Selama ini, ia belum mencantumkan informasi gizi pada produk yang sudah dipasarkan hingga Singapore dan Malaysia. “Mungkin ke depannya saya akan mengurus ini,” ujarnya.
 
Ia berharap edukasi seperti ini bisa membantu memperluas pasar. "bisa menjangkau lebih luas lagi pemasarannya. Mungkin Asia Tenggara atau ke mana.”
 
Sementara itu, Melisa Mantiri owner dari Pastry & Catering juga mendapatkan pemahaman baru tentang komposisi gizi. “Dapat ilmu, dapat informasinya yang lebih real, jadi kita tahu tuh produk kita itu banyak komposisinya apa saja,” tuturnya.
 
Dia berharap, ilmu dari pelatihan ini bisa diterapkan lebih baik. “Harapannya biar bisa lebih menerapkan komposisi yang saya jalankan usahanya ini," tukasnya.
 
 
 
 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore