
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan pada konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendorong peningkatan penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi Rp 2.000 triliun. Lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi kredit UMKM yang saat ini dilaporkan mencapai Rp 1.500 triliun.
Ia mengatakan, idealnya porsi kredit UMKM adalah 30 persen terhadap total kredit di Indonesia sebanyak Rp 9.000 triliun atau sebesar Rp 3.000 triliun. Namun, kenaikan dari Rp 1.500 triliun menjadi Rp 3.000 triliun dinilai terlalu besar sehingga pemerintah mengarahkan target awal ke level Rp 2.000 triliun.
“Jadi, gimana kalau kita turunkan ke Pak Maman (Menteri UMKM) Rp 2.000 triliun. Jadi, saya bilang ini aja yang saya ingin sampaikan di summit. Naik ke Rp 2.000 triliun,” ujar Airlangga dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8).
Baca Juga:Sempat Padam, Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Api Berkobar di Pusung Dhuwur
Airlangga mengatakan, pemerintah juga mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam mendorong peningkatan pembiayaan UMKM. Dimana, nilai KUR yang disalurkan berada di kisaran Rp 370 triliun hingga Rp 400 triliun.
Lanjutnya, Pemerintah juga ingin memperluas pembiayaan kepada pelaku usaha dengan kebutuhan kredit yang lebih besar dari pembiayaan dengan nilai dibawah Rp 500 juta menjadi pembiayaan sebesar Rp 50 miliar.
“Jadi, sisanya itu yang bukan kredit yang di bawah Rp 500 juta atau bahkan Rp 10 miliar. Tapi itu naik sampai Rp 50 miliar ke atas," ujarnya.
Lanjutnya, ia menyoroti perbedaan data jumlah pelaku UMKM. Ia menyebut data sebelumnya mencatat jumlah UMKM sekitar 64 juta, sementara data terbaru menunjukkan angka 54 juta.
Menurutnya, kelompok tersebut perlu mendapat akses pembiayaan dengan nilai yang lebih besar. Hal itu menjadi penting untuk mempersempit kesenjangan pembiayaan antara kelompok usaha yang mengakses pasar modal dan pelaku usaha yang masih berada di luar pasar modal.
Baca Juga:Sempat Padam, Kebakaran Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Api Berkobar di Pusung Dhuwur
"Ini menjadi penting dan perlu. Karena kalau kita lihat dan harapan Bapak Presiden. Kelompok yang di capital market di tempatnya Pak Hasan. Itu kan menguasai sekarang Rp 7.500 triliun," ucapnya.
Airlangga mengatakan, pemerintah perlu mendekatkan kesenjangan antara pembiayaan di pasar modal dan pembiayaan di luar pasar modal. Ia menyebut kelompok usaha yang berada di tengah sebagai hollow in the middle.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022