
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menggelar Gebyar Academia Business and Government Collaboration (ABG) di kantor BPOM Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menggelar Gebyar Academia Business and Government Collaboration (ABG) di kantor BPOM Jakarta Pusat. Dalam kegiatan itu, BPOM mempertemukan akademisi, pelaku industri, dan pemerintah dalam satu ruang kolaborasi strategis.
Acara yang diinisiasi oleh Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar, M.D., Ph.D, itu merupakan bentuk refleksi satu tahun Asta Cita pemerintahan Prabowo–Gibran, sekaligus memperkuat sinergi tiga pilar inovasi untuk mendorong kemandirian bangsa dalam riset, kesehatan, serta obat dan makanan.
Tahun ini, Gebyar ABG diikuti oleh berbagai pelaku usaha dari Korea, Malaysia, India, Singapura, dan Indonesia, serta 20 perguruan tinggi nasional.
“Kami ingin ruang inovasi Indonesia terus tumbuh melalui kontribusi akademisi, dunia usaha, dan pemerintah,” tegas Taruna Ikrar.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang membuka acara secara daring menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar produk dan riset dalam negeri mampu bersaing di pasar global.
Salah satu bentuk nyata keterlibatan pelaku industri adalah partisipasi dr. Reza Gladys, Dipl. AAAM dan dr. Attaubah Mufid melalui booth produk skincare Glafidsya dan Dermagloss yang telah mengantongi izin BPOM.
Keikutsertaan brand lokal ini menjadi bukti bahwa BPOM tidak hanya bertugas melakukan pengawasan, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar terus berinovasi secara aman dan berkualitas.
“Gebyar ABG diharapkan menjadi momentum baru untuk mempertemukan ide, riset, dan peluang bisnis yang dapat mendorong kemandirian inovasi nasional terlebih untuk produk-produk lokal,” ujar dr. Reza Gladys di lokasi acara.
Dengan hadir selama dua hari, booth Glafidsya dan Dermagloss tidak hanya menampilkan produk, tetapi menyediakan skin analysis gratis dan konsultasi langsung dengan dokter untuk mengedukasi pengunjung mengenai perawatan kulit yang tepat. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
