Ketua Umum PBNU Gus Yahya. (Novia Herawati).
JawaPos.com – Silaturahmi alim ulama yang digelar di Gedung PBNU lantai 8, Jakarta, pada Minggu (23/11) malam menghasilkan tiga kesepakatan penting terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pertemuan yang dihadiri para kiai dan beberapa pengurus harian PBNU secara hybrid guna menjaga stabilitas organisasi.
Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori menyampaikan tiga kesepakatan yang dihasilkan dilakukan dengan dasar perbaikan. Terlebih memang saat ini PBNU tengah menjadi sorotan atas isu pemakzulan yang beredar.
"Pada malam ini kami semua bersyukur terlaksananya silaturohim alim ulama di Kantor PBNU lantai 8 ini yang telah menghasilkan kesepakatan bersama,” ujar Ahmad Said Asrori dalam konferensi pers.
Berikut ini tiga kesepakatan hasil Silaturahmi Alim Ulama di Gedung PBNU Jakarta:
1. Silaturahmi Ulama yang Lebih Luas
Kiai Ahmad Said menyampaikan para kiai mengusulkan agar segera dilakukan silaturahmi lanjutan dengan cakupan peserta yang lebih besar. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang islāhu al-dzāti al-bayni atau upaya memperbaiki hubungan internal. Asrori menegaskan bahwa para kiai menyadari dinamika organisasi telah menjadi perhatian publik sehingga diperlukan langkah kolektif.
"Yang pertama adalah semua Kiai, semua mengusulkan agar ada silaturohim yang lebih besar di antara para Alim, para Kiai dalam rangka islāhu al-dzāti al-bayni. Jadi bagaimana ini kita sudah menjadi konsumsi publik ada masalah. Tapi ini semua sepakat, itu yang pertama,” tuturnya.
2. Kepengurusan PBNU Tetap Berjalan hingga Akhir Periode
Selain itu, forum tersebut menyepakati bahwa kepengurusan PBNU berjalan penuh hingga muktamar mendatang yang kurang lebih satu tahun lagi. Tidak ada mekanisme pemakzulan maupun pengunduran diri dalam situasi saat ini.
"Yang kedua, sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode yang muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini. Ini yang kedua,” kata Asrori.
3. Ajakan Bertafakur dan Bermujahadah
Keputusan ketiga, Asrori menyebut seluruh peserta pertemuan juga sepakat mendorong penguatan spiritual melalui tafakur dan mujahadah demi kemaslahatan NU dan masyarakat luas. Dalam hal ini para alim ulama yang turut hadir dalam acara silaturahmi mengingatkan untuk terus memohon pertolongan demi kebaikan bersama.
"Yang ketiga, kita ingin semuanya melakukan tafakur demi kebaikan bersama, kebaikan masyarakat, kebaikan warga NU dan Indonesia. Bersama-sama bertafakur, bermujahadah, selalu memohon pertolongan demi kebaikan semuanya di antara kita semua. Itu yang paling pokok,” jelasnya.
Asrori juga menegaskan bahwa tidak ada desakan pengunduran diri terhadap siapa pun di jajaran kepengurusan PBNU. Struktur organisasi tetap berjalan lengkap hingga muktamar berikutnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
