
Usai menghadiri Rakor PWNU di Surabaya, Ketum PBNU Gus Yahya tegaskan tak akan mundur dari jabatannya, meski didesak pemakzulan, Minggu (23/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Akhmad Said Asrori memastikan, tidak ada pemakzulan atau pengunduran diri secara paksa terhadap Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Hal ini disampaikan Akhmad Said usai menjadi moderator dalam Silaturahmi Alim Ulama yang digelar di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Minggu (23/11) malam.
Katib Aam PBNU itu pun memastikan, tidak adanya pemakzulan terhadap Gus Yahya, menjadi salah satu hasil dari silaturahmi alim ulama yang dihadiri lebih dari 50 kiai di tanah air. Adapun seluruh alim ulama itu juga telah sepakat bahwa kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode atau dalam Muktamar yang akan digelar pada tahun 2026 mendatang.
"Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini," kata KH. Akhmad Said Asrori dalam konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Minggu (23/11) malam.
Tak hanya itu, silaturahmi alim ulama ini juga menyepakati dua hal penting lainnya. Yakni, meminta agar seluruh pihak untuk bisa bertafakur atau berpikir bersih demi kebaikan masyarakat, NU dan Indonesia. Kemudian, juga menyepakati untuk menggelar silaturahmi alim ulama berskala besar yang akan digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
"Kita ingin semuanya melakukan tafakur demi kebaikan bersama, kebaikan masyarakat, kebaikan warga NU dan Indonesia. Bersama-sama bertafakur, bermujahadah, selalu memohon pertolongan demi kebaikan semuanya di antara kita semua. Itu yang paling pokok," jelasnya.
Meski ada tiga kesepakatan dalam silaturahmi alim ulama di Jakarta, Katib Aam PBNU ini menegaskan lagi bahwa seluruh kiai sepakat tidak ada pengunduran diri. Jika pun ada, itu harus dilakukan dalam majelis tertinggi di PBNU, yakni pada Muktamar NU.
"Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri. Tidak ada. Ini sekali lagi saya tegaskan, tidak ada. Semua harus, semuanya pengurusan harian PBNU mulai Rais Aam sampai jajaran, Ketua Umum dan jajaran sempurna sampai Muktamar yang akan datang," tegasnya.
"Kalau ada pergantian itu majelis yang paling tinggi dan terhormat adalah Muktamar Nahdlatul Ulama. Dan itu diatur di dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan peraturan perkumpulan," tukasnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
