
Rafflesia hasseltii yang ditemukan ilmuwan di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat (X @thorogoodchris1)
JawaPos.com - Penemuan Rafflesia hasseltii yang viral di Sumatera Barat bukan hanya soal keberhasilan ilmuwan menemukan bunga langka ini setelah 13 tahun pencarian. Di balik mekarnya sang “raksasa merah” yang hanya bertahan tujuh hari itu, ada fakta menarik tentang bagaimana hewan-hewan liar. Mulai dari babi hutan, rusa, tupai, hingga semut, ternyata menjadi pelindung alami yang menjaga kelestariannya di tengah hutan hujan primer.
Raflesia Hasseltii memang hidup sepenuhnya sebagai parasit pada tumbuhan Tetrastigma lanceolarium yang hanya tumbuh di hutan hujan primer. Karena itu, keberadaan fauna liar yang lalu-lalang menjadi bagian penting dari siklus hidupnya, terutama dalam penyebaran biji dan penyerbukan.
Rafflesia Hasseltii termasuk famili Rafflesiaceae dan dikenal sebagai salah satu spesies paling langka di Indonesia. Ia tidak memiliki batang, daun, maupun akar, sehingga sepenuhnya bergantung pada inangnya. Karena teknologi budidayanya belum ditemukan, satu-satunya cara mempertahankan kelestarian spesies ini adalah melindungi habitat aslinya.
Peneliti dalam jurnal Media Konservasi Vol. VI, No. 1, Agustus 1999: 23-26 IPB menemukan jejak babi hutan (Sus scrofa), rusa (Cervus sp.), tupai (Tupaia sp.), dan berbagai jenis semut (Polyergus spp.) yang diduga membantu penyebaran biji Rafflesia.
Temuan lainnya dari jurnal yang ditulis Ervizal A.M. Zurud, Ninda Hernidiah, dan Agus Hikmat itu mengungkap bahwa beberapa bunga tumbuh pada batang Tetrastigma yang posisinya jauh dari tanah, memperkuat dugaan bahwa hewan berperan besar dalam proses persebarannya.
Selain itu, karena Rafflesia termasuk tumbuhan berumah dua (dioecious), proses penyerbukannya sangat bergantung pada hewan, terutama lalat, yang tertarik pada aroma busuk khas bunga ketika mekar.
Sebelumnya, momen penemuan bunga ini menjadi viral setelah video Septian Andriki atau Deki tersebar di media sosial. Dalam rekaman, ia terlihat berjongkok sambil menyorot bunga menggunakan baterai ponselnya, tak kuasa menahan air mata.
“Selama 13 tahun. Saya sangat beruntung,” ujar Deki dengan suara bergetar.
Deki dan Dr. Chris Thorogood dari University of Oxford Botanic Garden and Arboretum menembus hutan hujan Sumatera siang dan malam, melintasi wilayah yang bahkan dijaga harimau, hanya untuk menemukan bunga langka ini. Dr. Chris kemudian membagikan foto Rafflesia hasseltii di akun X miliknya.
“Kami menemukannya! Kami berjalan siang dan malam melintasi hutan hujan Sumatra yang dijaga ketat oleh harimau… Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga ini, dan kami menyaksikannya mekar di malam hari. Ajaib,” tulisnya.
Penemuan bersejarah ini terjadi pada Selasa (18/11/) di Hiring Batang Somi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sumatera Barat.
Dengan semakin terbukanya informasi tentang peran fauna dan kompleksitas habitatnya, penemuan ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga hutan alam. Tanpa babi hutan, rusa, tupai, semut, dan komunitas hutan yang utuh, bunga ikonik ini bisa semakin sulit ditemukan atau hilang selamanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022