
Menhut Raja Juli Antoni. (Istimewa)
JawaPos.com - Kehutanan menjadi potensi besar untuk perekonomian. Ke depannya, sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of growth) melalui konsep green growth atau pertumbuhan hijau.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menuturkan, pengelolaan hutan ke depan tidak hanya pelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Tinggal sekarang yang paling penting dari sebuah perencanaan itu adalah pelaksanaannya. Bagaimana kita bisa konsisten, kita bisa istikamah berjalan pada apa yang sudah kita rencanakan ini,” kata Raja Antoni saat membuka Sosialisasi Revisi II Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011 – 2030, di Kantor Kemenhut, Selasa (7/7).
Baca Juga:Carbon Trading Hutan Dimulai, Hashim Djojohadikusumo Sebut Program Pemerintah Paling Berhasil
Ia menekankan proses penyusunan RKTN yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga hingga pemerintah daerah ini diarahkan untuk pertumbuhan hijau.
Menurut Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), RKTN menjadi instrumen penting untuk mewujudkan arahan Presiden Prabowo mengenai keseimbangan antara ekonomi dan ekologi. Pembangunan nasional harus tetap berjalan, tetapi tetap menempatkan kelestarian hutan sebagai fondasi utama.
Artinya, hutan tetap lestari. Tanggung jawab utama Kemenhut menjaga kelestarian hutan untuk masa depan bangsa dan masa depan dunia.
"Tentu pada saat yang bersamaan, pembangunan tidak boleh berhenti. Kita membutuhkan growth, kita membutuhkan job creation. Tapi bagaimana kemudian kita mendorong green growth. Bagaimana kemudian hutan kita ini menjadi new engine of growth, menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru dengan pola baru yaitu pertumbuhan hijau,” ujarnya.
Kini, kata Raja Juli, pemerintah telah membuka babak baru pengelolaan kehutanan melalui perdagangan karbon sebagai salah satu instrumen yang memungkinkan hutan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pesan saya tunggal, sekali lagi, be consistent. Konsistenlah dengan apa yang direncanakan, untuk kemudian kita dapat mencapai tiga hal, yaitu hutan wajib lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan kesejahteraan masyarakat itu pasti,” pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
