
Pemerintah Indonesia melalui KBRI Kuala Lumpur memulangkan dua jenazah korban mutilasi ke tanah air pada Rabu (13/3) sore. Pemulangan menggunakan penerbangan Malaysian Airlines melalui Bandara Soekarno-Hatta
JawaPos.com – Misteri potongan tubuh diduga korban mutilasi yang ditemukan di aliran Kali Jenes wilayah Solo dan Sukoharjo akhirnya terungkap. Korban adalah Rohmadi alias Madun, warga RT 02 RW 03 Kelurahan Keprabon Kecamatan Banjarsari, dikutip dari RADAR SOLO.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudussy mengungkapkan, polisi berhasil mengungkap identitas korban menggunakan metode daktiloskopi atau ilmu pengenalan sidik jari.
“Kami sudah mendapatkan sidik jadi korban kemudian dicocokkan. Nah, kami dapatkan identitas korban atas nama R (Rohmadi) alias M (Madun), warga Keprabon Wetan, Kota Solo,” kata Iqbal.
Iqbal mengurai, identifikasi jenazah terungkap dari sidik jari korban yakni jempol kanan, telunjuk kanan, jari tengah kanan, jari manis kanan, kelingking kanan, jempol kiri, telunjuk kiri, tengah kiri, manis kiri, dan kelingking kiri.
“Ini identik dengan R (Rohmadi) sudah pernah membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk). Jadi ada data pembanding di sana,” lanjutnya.
Saat ini, lanjut Iqbal, kepolisian juga sedang mencari bukti lain. Di antaranya foto semasa korban hidup terkait gambar naga. Mengingat di tubuh korban terdapat tato bergambar naga.
Sementara itu, pihak kepolisian sudah mendatangi rumah korban Selasa sore (23/5). Hal tersebut dibenarkan Lurah Keprabon Rina Andriani. “Bener kemarin. Tapi apakah betul atau tidak saya belum dapat info lebih lanjut,” ungkap Rina.
Rina mengatakan, Rohmadi berstatus belum menikah. Selama ini dia tinggal sendiri di rumah. “Kalau dari data memang benar dia warga kami. Cuma rumahnya Magersari,” imbuh Rina.
Seperti yang diketahui, beberapa potongan tubuh ditemukan di anak aliran Kali Jenes masuk wilayah Solo dan Sukoharjo sejak Minggu hingga Senin kemarin. Tim forensik dari Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah telah melakukan pemeriksaan termasuk otopsi terhadap jenazah.
Potongan tubuh yang ditemukan terdiri dari kepala, badan, lengan kanan, lengan kiri dan satu kaki kiri. Perkiraan waktu kematian Kamis (18/5) atau sekira 40 – 50 jam sebelum ditemukan. Ada tanda tato di lengan kanan atas dan punggung gambar naga.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
