
Mario Dandy Satriyo saat tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (4/4). Dia sempat diberitahu oleh awak media bahwa ayahnya, Rafael Alun Trisambodo, ditahan KPK.
JawaPos.com - Proses pemberkasan perkara tersangka Mario Dandy Satriyo dalam kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora dinilai berjalan lambat.
Sampai saat ini, berkas perkara tersebut belum juga dinyatakan lengkap oleh pihak kejaksaan, untuk dilanjutkan dengan pelimpahan tersangka dan barang bukti, sehingga bisa disidangkan.
Berkas Mario Dandy sudah dua kali dikembalikan olek Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKi Jakarta karena dianggap kurang lengkap. Terbaru, penyidik Polda Metro Jaya mengaku sudah melimpahkan kembali berkas Dandy ke kejaksaan.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ade Sofyan mengatakan, proses pemeriksaan berkas perkara Dandy dan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan masih berjalan. Dia menargetkan dalam beberapa waktu ke depan akan selesai.
“Mudah-mudahan beberapa hari ke depan sudah ada kesimpulan,” ujar Ade saat dihubungi, Senin (22/5).
Ade menuturkan, target hasil kesimpulan penelitian berkas oleh jaksa penuntut umum (JPU) rampung dalam waktu 14 hari sejak berkas masuk pada tanggal 10 Mei 2023.
“Maksimum jangka waktu penelitian berkas 14 hari sejak berkas perkara diterima lagi oleh JPU dari penyidik,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kasubdit Renakta AKBP Rohman Yongky mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan kejaksaan. Dia berharap berkas segera dinyatakan lengkap.
“Sudah kita lengkapi dan sudah diteliti. Insya Allah mungkin tidak ada kekurangan lagi, jadi bisa cepet. Jadi tidak perlu dikembalikan lagi. Itu dari Minggu lalu dikembalikan. Mungkin kalau bisa minggu ini,” kata Yongky.
Diketahui, polisi telah menetapkan Mario Dandy Satriyo sebagai tersangka penganiayaan Cristalino David Ozora. Penetapan ini dilakukan usai gelar perkara dan penyidik mendapat minimal dua alat bukti.
“Tersangka MDS telah ditahan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/2).
Penyidik selanjutnya menetapkan Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan sebagai tersangka. Anak AG selaku kekasih Dandy juga dinaikan status hukumnya sebagai anak yang berkonflik dengan hukum atau pelaku.
Dandy dan Shane kini menjalani penahanan di rumah tahanan negara (Rutan) Polda Metro Jaya. Sedangkan AG ditahan di lembaga kesejahteraan sosial mengingat statusnya masih anak di bawah umur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
