
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti di Kantor Kemhan, Jakpus hari ini (14/11). (Syahrul Yunizar)
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata atau Panglima Angkatan Bersenjata Yordania Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Hunaiti di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat (Jakpus) hari ini (14/11). Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung selama 1 jam tersebut, keduanya membahas rencana pengiriman 20 ribu pasukan TNI ke Gaza.
Menurut Sjafrie, peran Yordania dalam membantu Indonesia untuk terlibat dalam misi kemanusiaan di Gaza sangat besar. Contohnya ketika Indonesia melakukan airdrop bantuan dari langit Gaza beberapa waktu lalu. Saat ini Indonesia tengah menunggu beberapa opsi pengiriman pasukan ke Gaza. Baik yang diinisiasi langsung oleh Amerika Serikat (AS) maupun yang dilakukan di bawah kendali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
”Kita sedang menunggu kemungkinan-kemungkinan peran yang bisa diambil oleh Indonesia dalam rangka perdamaian di Gaza, mengikuti inisiatif dari presiden Amerika Serikat yang nanti akan dibicarakan oleh Presiden Prabowo dengan King Abdullah II,” terang dia.
Sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Raja Yordania Raja Abdullah II akan berkunjung selama 2 hari di Indonesia pada 14 dan 15 November 2025. Raja Abdullah II dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara sore hari ini. Kemudian menjelang siang besok, Raja Abdullah II akan bertolak dari Indonesia ke Pakistan.
”Jadi, kita menunggu, kita menunggu tindak lanjut dari persiapan yang akan dilaksanakan untuk perdamaian di Gaza sebagai alternatif perdamaian yang akan dilaksanakan atas inisiatif presiden Amerika Serikat,” imbuhnya.
Menhan Sjafrie menegaskan bahwa Indonesia memiliki kepentingan untuk terlibat dalam misi perdamaian di Gaza. Sebab, Indonesia mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina. Untuk itu, selain menunggu inisiatif presiden AS sampai pada keputusan, Indonesia juga menunggu langkah-langkah yang bakal diambil oleh PBB berkaitan dengan kondisi dan situasi di Gaza.
”Indonesia mempunyai kepentingan dalam rangka perdamaian ini, baik itu di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun atas inisiatif dari presiden Amerika Serikat. Kita tunggu apa yang akan dibahas oleh kedua pemimpin negara yang akan menjadi bagian dari pedoman kita di Indonesia dalam rangka pengiriman pasukan perdamaian di Gaza dalam waktu dekat,” terang dia.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
