Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Oktober 2025 | 00.30 WIB

Pengabdian Almarhum Anggit Bima Wicaksana Mahasiswa IPB di Papua Dapat Penghormatan di Wisuda

Pengabdian almarhum mahasiswa IPB di Papua mendapatkan penghormatan dalam acara wisuda. (istimewa) - Image

Pengabdian almarhum mahasiswa IPB di Papua mendapatkan penghormatan dalam acara wisuda. (istimewa)

JawaPos.com - Semangat pengabdian almarhum Anggit Bima Wicaksana, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) University menjadi sorotan dalam acara wisuda IPB University, Rabu (29/10). Dia gugur saat menjalankan misi pemetaan potensi ekonomi di Kawasan Transmigrasi Bomberay, Tomage, Fakfak, Papua Barat.

Dalam upacara yang digelar di Graha Widya Wisuda, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara turut hadir memberikan penghormatan atas dedikasi Bima. "Dia gugur dalam tugas di Kawasan Transmigrasi Bomberay, Fakfak, sebagai patriot muda Indonesia. Meski Bima telah tiada, semangatnya tidak padam, hidup di setiap tatapan para wisudawan dan wisudawati," ujar Iftitah.

Dia juga mengenang semangat pengabdian almarhum yang disebutnya serupa dengan sosok Insinyur Kasim Harifin. Kasim adalah alumni IPB yang pernah KKN di Maluku selama 15 tahun. Tidak pernah pulang dan akhirnya dijemput paksa untuk wisuda.

"Kali ini IPB kembali melahirkan sosok seperti itu, almarhum Anggit Bima Wicaksana, sarjana pertanian yang memilih turun ke Tanah Papua untuk mengabdikan ilmunya bagi rakyat," ucap Iftitah.

Iftitah menyerahkan penghargaan khusus kepada Bima sebagai pejuang patriot transmigrasi. Dia juga mengajak para lulusan IPB untuk meneladani semangat Bima dengan mengabdikan ilmu di kawasan transmigrasi yang kini dikembangkan menjadi pusat ekonomi baru.

"Lapangan pengabdian sedang menanti di seluruh kawasan transmigrasi yang kami transformasikan menjadi pusat kota dan pusat ekonomi baru. Bawalah ilmu kalian untuk memberi manfaat seluas-luasnya," katanya.

Rektor IPB University Arif Satria menyampaikan bahwa almarhum Bima dianugerahi gelar sarjana anumerta. Ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.

"Beliau memilih bekerja di ruang sunyi, jauh dari tepuk tangan. Bekerja untuk memberi manfaat, menjadi sebaik-baiknya manusia, dan berkontribusi bagi bangsa," ujarnya.

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada Iftitah yang secara langsung mengevakuasi jenazah almarhum dari Papua hingga ke rumah duka di Bintaro. "Begitu mendengar kabar duka, Bapak Menteri langsung terbang dari Jakarta dan membawa jenazah almarhum sendiri hingga tiba di rumah duka. Kami sangat berterima kasih atas ketulusan itu," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore