Tiga pahlawan Chernobyl yang menyelam ke ruang reaktor demi mencegah ledakan dan radiasi nuklir susulan. (thetimes.com)
JawaPos.com – Pada malam yang mencekam di awal Mei 1986, tiga pria Ukraina melakukan aksi penyelamatan yang nyaris tak masuk akal.
Alexei Ananenko, Valeri Bespalov, dan Boris Baranov menyelam ke ruang bawah tanah reaktor nuklir Chernobyl yang telah meledak, demi mencegah bencana radiasi yang lebih luas.
Aksi mereka kemudian dikenal dunia sebagai misi “bunuh diri” yang menyelamatkan jutaan nyawa warga Eropa Timur.
Ledakan reaktor nomor 4 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl telah melepaskan material radioaktif ke udara.
Namun ancaman yang lebih besar datang dari air pendingin yang menggenangi ruang bawah tanah reaktor.
Jika air tersebut bersentuhan dengan lava nuklir yang sedang terbentuk, bisa terjadi ledakan termal dahsyat yang menyebarkan radiasi ke seluruh Ukraina dan Eropa Timur.
Satu-satunya cara untuk mencegah ledakan lanjutan adalah dengan menguras air dari kolam pendingin.
Katup penguras berada jauh di dalam ruang bawah tanah yang gelap dan penuh radiasi. Dibutuhkan orang-orang yang tahu persis letak katup tersebut dan bersedia mempertaruhkan nyawa mereka.
Alexei Ananenko, seorang insinyur yang mengenal sistem pipa reaktor, langsung menawarkan diri. “Saya tahu di mana letaknya, jadi saya harus pergi,” ujarnya, dikutip dari Sky History.
Bersama Valeri Bespalov dan Boris Baranov, mereka mengenakan perlengkapan selam seadanya dan memasuki ruang bawah tanah yang sudah dipenuhi air radioaktif.
Dalam gelap total, hanya dibantu senter kecil dan pengetahuan teknis, mereka berhasil menemukan dan membuka katup penguras. Air pun mulai surut, dan potensi ledakan termal berhasil dicegah.
Dalam laporan dari Chernobylstory.com, ketiganya disebut sebagai “Chernobyl Suicide Squad” karena misi mereka dianggap mustahil untuk bertahan hidup.
Namun keberanian mereka justru menjadi titik balik dalam penanganan krisis nuklir terbesar sepanjang sejarah. “Mereka menyelamatkan jutaan orang dengan keberanian yang tak terukur,” tulis laman tersebut.
Aksi heroik mereka baru mendapat pengakuan luas setelah dokumentasi dan laporan dari media internasional mengangkat kembali kisah tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022