Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17.46 WIB

Tak Ingin Tragedi Robohnya Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Terulang, Anggota Komisi VIII DPR Minta Pemerintah Ikut Tanggung Jawab

Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9/2025). (Angger Bondan/ Jawa Pos)

JawaPos.com-Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas tragedi runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa.

Ia mendorong agar seluruh korban segera diselamatkan serta diberikan pendampingan, termasuk orang tua yang kehilangan anak akibat peristiwa nahas ini.

“Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarga korban serta civitas pesantren. Juga mengampuni yang wafat, dan memberi kesembuhan bagi yang terluka,” kata Maman kepada wartawan, Kamis (2/10).

Ia menekankan, ambruknya bangunan bukan semata tanggung jawab pengelola pesantren, melainkan juga pemerintah pusat dan daerah. 

“Kementerian Agama harus mendata pesantren yang butuh tambahan infrastruktur. Jika kapasitas sudah berlebih, pemerintah wajib memfasilitasi pembangunan,” paparnya.

Selain itu, Maman meminta Pemda mendampingi setiap pembangunan di pesantren agar sesuai standar keamanan. Sebab, banyak pesantren yang membangun secara swadaya tanpa memperhatikan kualitas teknis, sehingga rawan membahayakan santri.

“Pembangunan di pesantren adalah tanggung jawab bersama: pengasuh, pemerintah, dan masyarakat. Karena pesantren banyak berkontribusi bagi bangsa, melahirkan SDM unggul yang kuat dari sisi agama maupun keilmuan,” ujarnya.

Sebab, insiden nahas di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, yang terjadi Senin (29/9) kemarin, terjadi saat proses pengecoran lantai empat tengah berlangsung. Saat salat Ashar berjamaah, tiang pondasi diduga tidak mampu menahan beban, hingga bangunan roboh ke lantai dasar. 

Berdasarkan data sementara, 107 orang berhasil dievakuasi dengan lima di antaranya meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan.

Lebih lanjut, Maman juga meminta Pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pemulihan korban beserta keluarganya. 

“Bantuan trauma healing akan sangat membantu korban dalam fase pemulihan pascaperistiwa, termasuk bagi orang tua yang kehilangan anak,” paparnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore