Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 18.58 WIB

Jembatan Cunca Wulang Ambruk, 2 Turis Austria Tewas Jatuh dari Ketinggian 10 Meter di Labuan Bajo

Proses evakuasi dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria tewas mengenaskan setelah jembatan gantung di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang ambruk pada Minggu (24/5) siang. (Instagram pos_sar_labuan_bajo) - Image

Proses evakuasi dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria tewas mengenaskan setelah jembatan gantung di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang ambruk pada Minggu (24/5) siang. (Instagram pos_sar_labuan_bajo)

JawaPos.com - Dunia pariwisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terguncang. Dua wisatawan mancanegara (wisman) asal Austria tewas mengenaskan setelah jembatan gantung di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang ambruk pada Minggu (24/5) siang.

Tragedi maut ini menjadi tamparan keras bagi sektor pariwisata setempat. Di tengah gencar-gencarnya promosi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium, kelayakan fasilitas publik dan jaminan keamanan bagi wisatawan kini dipertanyakan publik.

Kronologi Jembatan Gantung Cunca Wulang Ambruk

Kedua korban diidentifikasi sebagai pasangan suami istri bernama Jurgen, 54, dan Astrid, 56. Berdasarkan data keimigrasian, mereka masuk ke Indonesia secara legal pada 14 Mei 2026 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan visa wisata.

Petaka bermula saat keduanya sedang menikmati jalur trekking menuju Air Terjun Cunca Wulang. Ketika berjalan di atas jembatan gantung, papan kayu yang mereka pijak mendadak hancur dan patah.

Akibatnya, kedua korban langsung terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter. Tubuh mereka menghantam bebatuan sungai yang keras di bawah jembatan.

Evakuasi Sulit Jalur Udara dan Darat

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengonfirmasi bahwa kedua wisman tersebut langsung meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan yang sangat keras. Proses evakuasi jasad korban pun berlangsung dramatis karena medan yang ekstrem.

"Keduanya langsung terjatuh ke bawah, tepat di bebatuan. Jenazah dipastikan sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tim SAR gabungan tiba di lokasi sekira pukul 13.17 WITA. Jasad korban harus digotong manual dengan berjalan kaki selama 30 menit menuju mobil jenazah untuk dibawa ke RSUD Merombok," ujar Fathur dikutip Senin (25/5).

Kejadian ini memicu simpati sekaligus kemarahan publik. Pasalnya, kedua turis tersebut diketahui sangat tertib dan mematuhi seluruh prosedur wisata. Mereka melapor resmi di loket penjagaan dan berjalan di jalur trekking resmi yang disediakan pengelola.

Pemda Manggarai Barat Janji Audit Total Infrastruktur

Menanggapi rapor merah keamanan wisata Labuan Bajo ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berjanji akan melakukan evaluasi besar-besaran. Pihak Pemda mengaku kecolongan terkait kondisi kelayakan infrastruktur di lokasi kejadian.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore