Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 16.18 WIB

Soal Angka Keracunan MBG 0,00017 Persen, Prabowo Disebut Tidak Ada Niat Menyepelekan

Doorstop Presiden Prabowo Subianto di Jakarta setiba lawatan dari empat negara. (YouTube BPMI Sekretariat Presiden) - Image

Doorstop Presiden Prabowo Subianto di Jakarta setiba lawatan dari empat negara. (YouTube BPMI Sekretariat Presiden)

JawaPos.com - Pidato Presiden Prabowo Subianto di Musyawarah Nasional ke-6 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah menjadi sorotan netizen. Ucapan Prabowo soal kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 0,00017 persen dinarasikan menyepelekan peristiwa yang terjadi.
 
Hal ini disebabkan beberapa unggahan menambahkan kata "hanya" sebelum 0,00017 persen. Sehingga terkesan pernyataan Prabowo kurang elok.
 
Kantor Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia melalui akun Instagram @cekfakta.ri meluruskan narasi tersebut. Menurutnya, Prabowo tidak pernah memakai kata "hanya" dalam menyampaikan angka keracunan 0,00017 persen.
 
“Beredar pemberitaan yang menyesatkan dengan menambahkan kata ‘hanya’ pada pernyataan Presiden Prabowo, sehingga seolah-olah beliau menyepelekan insiden pangan. Padahal, kata itu tidak pernah diucapkan Presiden," tulis @cekfakta.ri dikutip, Rabu (1/10).
 
 
Dalam unggahan ini disebutkan Prabowo tidak puas melihat adanya insiden keracunan akibat MBG. Prabowo menekankan agar tidak lagi terulang keracunan pada masa mendatang.
 
Selain itu, Prabowo langsung memanggil Kepala BGN dan Kabinet Merah Putih untuk evaluasi serta langkah korektif. Prabowo menekankan perbaikan layanan dilakukan dengan maksimal.
 
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diklaim sudah menyasar 30 juta penerima manfaat masih terdapat kekurangan. Ia tak merasa gelap mata bahwa terdapat kasus keracunan usai anak-anak mengonsumsi MBG.
 
"Saudara-saudara sekalian, sampai hari ini sudah menjelang 30 juta penerima manfaat, 30 juta anak-anak dan ibu-ibu hamil tiap hari menerima makanan, bahwa ada kekurangan, iya," kata Prabowo saat menyampaikan pidato penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (29/9).
 
"Ada keracunan makanan, iya. Kita itung dari semua makanan yang keluar penyimpangan atau kekurangan atau kesalahan itu adalah 0,00017 persen," sambungnya.
 
Prabowo memastikan, banyaknya penerima manfaat dari program MBG tidak membuat dirinya harus berpuas diri. Namun, ia mengklaim dalam sejarah di dunia, hanya Indonesia yang mampu memberikan MBG ke 30 juta penerima manfaat dalam waktu singkat.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore