
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai disela rapat kerja dengan komisi XIII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) menegaskan pemerintah tengah melakukan langkah-langkah pemulihan bagi para korban demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai daerah. Menteri HAM Natalius Pigai menegaskan, pemulihan merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya.
"Pemulihan korban pada prinsipnya adalah merupakan tanggung jawab. Salah satu bagian dari pemulihan korban adalah negara dan pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan langkah-langkah pemulihan korban," kata Pigai di kantornya, Jakarta, Selasa (2/9).
Pernyataan Pigai juga menanggapi desakan Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR), Ravina Shamdasani, yang meminta Indonesia menyelidiki dugaan pelanggaran HAM dalam aksi demonstrasi tersebut. Mantan Komisioner Komnas HAM itu menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam dan akan memastikan hak korban serta keluarga terpenuhi.
"Pemerintah Indonesia akan bertanggung jawab terkait pemulihan hak korban dan keluarga. Terutama almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob," ucapnya.
Pigai menyebut langkah konkret telah dimulai sejak 29 Agustus 2025. Pada hari itu, Wakil Menteri HAM mengunjungi keluarga korban sebagai bagian dari pemulihan hak.
"Mereka yang sudah menjadi korban akibat demonstrasi menjadi perhatian pemerintah untuk melakukan pemulihan, jadi pemerintah tidak tinggal diam," ungkap Pigai.
Selain korban meninggal, pemerintah juga memastikan pemulihan bagi korban luka yang masih menjalani perawatan. "Proses pemulihan korban itu juga dilakukan bagi mereka yang menjadi korban karena demonstrasi, karena unjuk rasa," ujarnya.
Lebih lanjut, Pigai menegaskan pemerintah tetap menghormati kebebasan berpendapat sepanjang dilakukan tertib dan sesuai aturan Undang-Undang. "Menyampaikan pendapat, karena bagaimanapun sejatinya pendapat, pikiran, dan perasaan merupakan salah satu aspek penting pembangunan nasional dalam mengisi ruang kosong yang tidak sempat diisi oleh penyelenggara negara," pungkasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
