Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 23.44 WIB

Spanduk Dilarang Masuk Kecuali Warga Terbentang di Depan Gang Rumah Ahmad Sahroni, Mobil Patroli Terus Berjaga Usai Penjarahan

Warga dan aparat keamanan berjaga di sekitar rumah politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni pada Selasa (2/9). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Warga dan aparat keamanan berjaga di sekitar rumah politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni pada Selasa (2/9). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rumah pribadi politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni kini dijaga ketat oleh warga dan aparat. Tidak sembarang orang boleh masuk ke lokasi yang berada di wilayah Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) tersebut.

Berdasar pantauan, warga tidak hanya berjaga. Mereka memasang spanduk bernada peringatan. 

”Dilarang masuk, kecuali warga RT 06-RT 08. Kami tidak ingin kenyamanan terganggu,” bunyi spanduk yang dipasang oleh warga saat dilihat pada Selasa (1/9).

Bukan hanya satu, spanduk tersebut setidaknya ada dua. Warga memasang spanduk tersebut persis di ujung gang yang mengarah masuk ke area rumah Sahroni. Tidak jauh dari spanduk tersebut, warga berjaga bersama aparat.

Ketika didekati untuk bertanya dan wawancara, mereka hanya menyampaikan pemberitahuan. Bahwa tidak ada yang boleh masuk ke gang menuju rumah Sahroni.

”Sekarang nggak bisa ya. Kami mohon pengertiannya,” ungkap salah seorang warga yang berjaga. 

Berdasar informasi yang beredar, penjagaan tersebut sudah dilakukan sejak kemarin (2/9). Dari kejauhan, rumah Sahroni tampak ditunggui oleh beberapa polisi.

Mobil patroli milik kepolisian tampak melintas keluar dari gang rumah tersebut. Warga sekitar yang enggan disebutkan namanya membenarkan bahwa penjagaan sudah dilakukan sejak kemarin. 

Warga itu juga menyampaikan bahwa masjid di sekitar rumah Sahroni menjadi lokasi pengembalian beberapa barang yang sempat dijarah pada Sabtu (30/8). Misalnya jam tangan mewah Richard Mille seharga belasan miliar.

Barang mewah itu sudah dikembalikan. Saat dikonfirmasi, Lurah Kebon Bawang Suratno Widodo menyampaikan bahwa  pihaknya tidak menerima pengembalian hasil jarahan.

”Kelurahan tidak ada kegiatan penerimaan atau pengembalian barang jarahan,” ungkap dia.

Suratno menyatakan bahwa pihaknya hanya melakukan monitoring kegiatan rutin seperti kebersihan. Urusan penjagaan lingkungan, dia menyebutkan, hal itu dilakukan secara mandiri oleh warga setempat.

Dia juga menyampaikan, hingga hari ini belum ada komunikasi maupun koordinasi dari Sahroni kepada pihak kelurahan.


”Untuk penjagaan dilakukan secara mandiri oleh warga. Sampai dengan hari ini belum ada komunikasi atau koordinasi (dari Sahroni),” ujarnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore