Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 18.38 WIB

Kirim 2000 Peneliti Patriot, Menteri Iftitah Sulaiman Suryanagara Minta Masyarakat Manfaatkan Mereka

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (ITS) - Image

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. (ITS)

JawaPos.com-Kementerian Transmigrasi baru dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Usia kementerian ini belum genap satu tahun sampai sekarang.

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara saat ini sedang bekerja keras untuk mengubah persepsi publik tentang transmigrasi. Dari persepsi publik memindahkan orang Jawa ke luar Jawa menjadi persepsi baru transmigrasi sebagai sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

Menteri Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan, Kementerian Transmigrasi mengirimkan sekitar 2.000 peneliti yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot ke 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk memetakan potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan ke depannya dan juga ingin memastikan distribusi sumber daya manusia unggul ke setiap wilayah transmigran.

"Kami pada hari Senin lalu telah mengirimkan 2.000 Tim Ekspedisi Patriot ke seluruh kawasan transmigrasi yang ada di Indonesia. Terdiri dari guru besar, mahasiswa S1, sarjana S1, S2 dan S3," kata Menteri Iftitah Sulaiman di acara Rapat Koordinasi Teknis Kementerian Transmigrasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Barat, belum lama ini.

Menteri Iftitah Sulaiman meminta dinas hingga masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Tim Ekspedisi Patriot dengan baik. Sehingga, mereka dapat mengambil manfaat secara maksimal atas kehadiran para peneliti tersebut. 

"Kami meminta agar dapat memanfaatkan kehadiran para anggota Tim Ekspedisi Patriot itu yang sedang kami berikan tugas untuk melakukan riset sekaligus pemetaan potensi ekonomi. Sehingga nanti visinya di tiap-tiap kawasan transmigrasi itu tentu ada uniqueness, masing-masing kawasan berbeda-beda," kata Menteri Iftitah Sulaiman.

Dia juga mengungkapkan, pengembangan ekonomi dalam setiap kawasan transmigran berbeda-berbeda disesuaikan dengan lokasi dan potensi ekonomi unggul yang dapat dikembangkan secara optimal.

"Misalnya nanti, ada awasan yang fokusnya pada cokelat, ada yang fokusnya pada pangan, industri perikanan, kelautan, bahkan pariwisata. Inilah yang ingin kita kembangkan ke depannya," ungkap Menteri Iftitah Sulaiman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore