Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 04.46 WIB

Riau Dikepung Karhutla, Kepala BNPB Desak Gubernur Abdul Wahid Tetapkan Status Tanggap Darurat

Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada Senin (21/7). (Foto BNPB) - Image

Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada Senin (21/7). (Foto BNPB)

JawaPos.com - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau makin parah. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mendesak Gubernur Riau Abdul Wahid untuk segera menetapkan status tanggap darurat.

Suharyanto mengatakan, seluruh kabupaten/kota di Riau telah mengalami kebakaran hutan dan lahan sampai dengan 20 Juli 2025. “Paling besar Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Suharyanto bersama Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono, dan Kalaksa BPBD Provinsi Riau melakukan tinjauan udara untuk memantau secara langsung luasan hutan dan lahan yang terbakar pada Senin (21/7).

Karena itu, Suharyanto mengimbau kepada Pemprov Riau untuk segera menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. "Pemerintah Provinsi harus (tetapkan) tanggap darurat bencana, supaya pemerintah pusat dapat leluasa memberikan bantuan kepada pemerintah daerah,” tuturnya.

Pemerintah Pusat dengan komando BNPB, kembali memberikan upaya-upaya percepatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Helikopter Patroli yang sebelumnya hanya satu unit, akan ditambah menjadi dua unit. Kemudian Helikopter Waterbombing ditambahkan menjadi lima unit.

"Heli patroli dan waterbombing kita tambahkan, hari Rabu akan kita masukan. Mudah-mudahan dengan ini bisa membantu, jika operasi modifikasi cuacanya tidak menemukan awan untuk dijadikan hujan.” tambahnya.

Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada Senin (21/7). (Foto BNPB)

BNPB turut melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam percepatan penanganan kali ini, sebelumnya BNPB beserta kementerian/lembaga terkait telah melakukan OMC untuk tahap 1 tanggal 1 hingga 7 Mei 2025, tahap 2 tanggal 7 sampai 12 Mei 2025 dan kini memulai kembali dengan tahap 3 sejak hari ini sampai lima hari ke depan.

"Mulai tadi pagi OMC dilakukan, kami cek sudah turun hujan walaupun belum merata seluruh Provinsi Riau. Akibat OMC tahap 3 tadi Subuh, di wilayah Indragiri Hilir, Kuala Kampar, Siak, Batang Cenaku dan Bangkinang, masih kecil-kecil curah hujannya karena tergantung dengan pertumbuhan dengan awan hujan,” tuturnya.

Sebelumnya, OMC yang telah dilakukan dari Mei diharapkan semoga sudah ada lumbung air dan lahan gambut juga tidak terlalu kering. Upaya terakhir adalah dengan melakukan penambahan peralatan dan perlengkapan pemadaman bagi personel darat, seperti pompa, water tank portable, alat bantu pernapasan, alat pelindung diri karhutla, dan motor karhutla, serta penambahan personel dari Korem 031/Wira Bima dan Polda Riau.

“Pasukan Korem dan Polda langsung bersama manggala agni melakukan pemadaman, perlengkapannya diperkuat dari kami,” ujarnya.

Kepala BNPB selanjutnya mengungkapkan, pengendalian kebakaran hutan tidak semata-mata dengan pemadaman saja, namun untuk indikasi-indikasi yang diakibatkan oleh pembakaran lahan dengan cara yang disengaja juga diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Telah ditetapkan tersangka sebanyak 16 orang dan terdapat 11 kasus yang masuk dalam perkembangan penyidikan.

“Satgas hukum sudah bergerak, sudah ada yang tersangka sampai 16 orang. Jadi selain pemadaman, operasi penegakan hukum juga dilaksanakan sehingga semuanya sejalan dan terpadu,” tegasnya. (idr) 

Pantauan Titik Panas Satelit Terra Aqua Nasa di sistem pemantauan Kemenhut

(Periode 1 Januari - 20 Juli 2025) 

  • Rokan Hilir (1.767 titik) 
  • Rokan Hulu (1.114 titik) 
  • Dumai (333 titik)
  • Total seluruh Riau: 4.449 titik
  • Titik karhutla terbanyak di Juli: 3.031 titik 

Perhitungan luas Karhutla di Riau

(Periode Januari - Mei 2025) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore