
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) yang di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7). (Istimewa).
JawaPos.com – Sebanyak 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Senin (21/7).
Peluncuran itu juga dihadiri Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Arie, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Peluncuran kelembagaan koperasi terbesar dalam sejarah Indonesia ini disambut antusias oleh para kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Jawa Tengah. Setidaknya 8.523 kepala desa dan lurah hadir langsung di lokasi acara, sementara puluhan ribu lainnya mengikuti secara daring dari daerah masing-masing.
Para peserta datang secara bergelombang sejak dini hari, dengan rombongan dari eks karesidenan Banyumas tercatat tiba paling awal sekitar pukul 02.00 WIB.
Antusiasme tinggi itu turut dirasakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang tiba lebih awal dan memilih berjalan kaki hampir satu kilometer bersama para kepala desa menuju tempat acara. “Antusiasnya besar, artinya mereka pengen maju dan harus sejahtera,” ujar Luthfi sambil menyapa para peserta yang sudah duduk di tenda acara.
Sebelum acara dimulai, Luthfi sempat memberikan arahan singkat kepada para peserta. Ia meminta mereka tetap tertib saat menyambut kedatangan Presiden dan tidak saling berebut posisi. Ia juga menegaskan bahwa panitia telah menyiapkan fasilitas seperti sarapan dan layanan kesehatan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan jajaran pejabat lainnya di acara peluncuran Koperasi Merah Putih di Klaten, Senin (21/7). (Istimewa)
“Terima kasih atas kedatangan kades dan lurah seluruh Jawa Tengah. Saya tidak ingin semua kades dan lurah sakit. Sudah disiapkan mobil-mobil Speling, juga tempat sarapan bagi yang belum makan,” ujarnya.
Koperasi Merah Putih, Awal Sejarah Kebangkitan Koperasi di Indonesia
Peluncuran KDMP dan KKMP secara nasional dipusatkan di KDMP Batangan, Wonosari, Klaten. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa peluncuran Koperasi Merah Putih merupakan awal dari sejarah kebangkitan koperasi di Indonesia. Menurut dia, konsep koperasi yang selama ini dipandang sebagai alat ekonomi lemah, harus diubah menjadi kekuatan kolektif bangsa.
“Hari ini kita mulai sejarah besar. Konsepnya seperti lidi, satu lidi lemah tapi kalau ratusan lidi disatukan ini alat yang bisa membantu kita. Dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Ini adalah konsep koperasi, konsep gotong royong,” ujar Prabowo.
Peluncuran KDMP/KKMP diyakini akan memperkuat ekonomi desa dan kelurahan secara mandiri. Salah satunya dirasakan oleh Herman Budi Hartanto, Kepala Desa Kertasari, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Ia bersama ratusan kades berangkat sejak malam sebelumnya dan tiba di Klaten sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut Herman, koperasi ini akan memberikan pembiayaan mandiri bagi kegiatan desa, tanpa selalu tergantung pada anggaran pemerintah. “Bumdes kami sebelumnya sudah punya koperasi simpan pinjam. Tapi dengan KDMP ini akan semakin memperkuat ekonomi desa. Masyarakat juga akan dapat SHU di akhir tahun,” ujarnya.
Peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) oleh Presiden Prabowo dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua DPR Puan Maharani dan jajaran pejabat Kabinet Merah Putih. (Istimewa)
Hal serupa disampaikan Yanti, Kepala Desa Klambu, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Ia berharap koperasi yang akan dijalankan di desanya bisa membeli gabah hasil panen langsung dari petani, lalu mengolah dan menjualnya kembali ke masyarakat dengan harga bersaing. “Bahkan gas elpiji dan bahan pokok akan dijual koperasi dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, koperasi juga bisa menjadi solusi menghindari jeratan pinjaman online. “Anak-anak muda bisa mengembangkan usaha dan tidak lagi tergantung pada pinjol,” tambahnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
